Pemerintah Jadikan Konser K-Pop Bagian dari Diplomasi Budaya
Pemerintah Jadikan Konser K-Pop Bagian Diplomasi Budaya

Rencana pemerintah untuk meningkatkan jumlah konser K-Pop di Indonesia kini telah naik dari sekadar wacana industri hiburan menjadi bagian dari strategi diplomasi budaya. Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, di mana kerja sama budaya menjadi salah satu agenda penting.

Pernyataan Menteri Luar Negeri

Menteri Luar Negeri Sugiono secara terbuka menyampaikan rencana untuk meningkatkan jumlah konser K-Pop di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons atas besarnya basis penggemar K-Pop di tanah air serta peluang ekonomi yang mengikutinya. Menurutnya, potensi ekonomi dari konser K-Pop sangat besar dan tidak bisa diabaikan.

Dampak Ekonomi Konser K-Pop

Secara logika, langkah ini sulit ditolak. Konser berskala stadion mampu menghasilkan perputaran uang ratusan miliar rupiah dalam satu malam. Selain itu, konser juga menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, hingga UMKM. Banyak pihak yang diuntungkan, mulai dari penyedia jasa akomodasi, transportasi, hingga pedagang kecil yang menjual merchandise dan makanan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dengan meningkatnya jumlah konser K-Pop, diharapkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan semakin erat. Diplomasi budaya ini tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperkuat ikatan antarmasyarakat kedua negara.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga