Film Spider-Man: No Way Home Ditolak Tayang di China karena Permintaan Sensor Patung Liberty
Film blockbuster Marvel, Spider-Man: No Way Home, ternyata tidak pernah mendapatkan izin untuk tayang di pasar bioskop China. Hal ini terungkap dari pernyataan CEO Sony Pictures, Tom Rothman, dalam sebuah wawancara eksklusif di podcast The Town.
Permintaan Otoritas China untuk Menghapus Adegan Patung Liberty
Menurut Rothman, dewan film China mengajukan permintaan khusus kepada pihak studio untuk menghapus semua adegan yang menampilkan Patung Liberty dari film tersebut. Permintaan ini muncul karena adegan klimaks pertarungan multiverse dalam film berlangsung di monumen ikonik Amerika Serikat itu.
"Mereka menganggap penggunaan Patung Liberty sebagai masalah yang sensitif," jelas Rothman. "Terutama mengingat lokasi pertarungan besar terjadi di sana, yang dianggap bisa memicu kontroversi atau interpretasi politik tertentu."
Penolakan Studio Sony Pictures dan Dampaknya
Pihak Sony Pictures akhirnya memutuskan untuk menolak permintaan otoritas sensor China tersebut. Keputusan ini berdampak langsung pada rencana distribusi film, yang akhirnya tidak jadi dirilis di seluruh bioskop China.
Beberapa poin penting dari insiden ini antara lain:
- Film Spider-Man: No Way Home menjadi salah satu produksi Marvel yang gagal tayang di China karena alasan sensor.
- Ini mencerminkan ketegangan yang sering terjadi antara studio Hollywood dan regulasi ketat sensor film di China.
- China merupakan pasar film terbesar kedua di dunia, sehingga keputusan ini berpotensi mempengaruhi pendapatan box office secara signifikan.
Rothman menegaskan bahwa studio memilih untuk mempertahankan integritas artistik film daripada mengubah konten demi memenuhi permintaan sensor. "Kami percaya pada visi kreatif film ini, dan perubahan besar seperti itu akan merusak narasi yang sudah dibangun," tambahnya.
Implikasi bagi Industri Film Global
Kasus ini menyoroti tantangan yang dihadapi industri film global dalam menavigasi regulasi sensor di berbagai negara. Banyak studio sering kali harus menyesuaikan konten mereka untuk bisa tayang di pasar internasional, terutama di wilayah dengan kontrol ketat seperti China.
Namun, penolakan Sony Pictures dalam kasus Spider-Man: No Way Home menunjukkan bahwa terkadang studio lebih memilih untuk mempertahankan karya asli mereka, meskipun harus kehilangan akses ke pasar yang besar. Keputusan ini juga bisa menjadi preseden bagi produksi film lainnya di masa depan.