KOMPAS.com – Lebih dari enam dekade setelah kepergiannya, Marilyn Monroe masih menjadi salah satu nama paling berpengaruh dalam sejarah budaya populer dunia. Sosok yang lahir dengan nama Norma Jeane Mortenson itu bahkan tetap menjadi referensi utama ketika publik membicarakan kecantikan, ketenaran, hingga simbol Hollywood klasik.
Mengapa Marilyn Monroe Tetap Relevan?
Pada 1 Juni 2026, Marilyn Monroe seharusnya genap berusia 100 tahun. Namun, alih-alih menjadi sekadar figur masa lalu, namanya terus hidup melalui film, buku, karya seni, dokumenter, hingga perdebatan mengenai bagaimana industri hiburan memperlakukan perempuan. Lalu, apa yang membuat Marilyn Monroe tetap relevan satu abad setelah kelahirannya?
Warisan Budaya yang Abadi
Marilyn Monroe bukan sekadar aktris; ia adalah simbol budaya. Wajahnya, gayanya, dan aura misteriusnya telah menginspirasi banyak seniman, fotografer, dan desainer. Film-film seperti Some Like It Hot dan The Seven Year Itch masih ditonton dan dipelajari hingga kini. Selain itu, lagu I Wanna Be Loved by You yang ikonik terus dikenang.
Perdebatan tentang Perempuan dalam Industri Hiburan
Kisah hidup Monroe juga menjadi bahan diskusi tentang seksisme dan eksploitasi di Hollywood. Banyak dokumenter dan buku yang mengupas sisi gelap ketenarannya, menjadikannya simbol perjuangan perempuan melawan tekanan industri. Hal ini membuat namanya tetap relevan dalam diskusi feminisme modern.
Dengan segala kontroversi dan pesonanya, Marilyn Monroe tetap menjadi ikon yang tak tergantikan. Warisannya terus hidup, menginspirasi generasi baru, dan mengingatkan kita pada kompleksitas ketenaran serta kecantikan.



