Aktor Dimas Anggara mengaku menghadapi tantangan berat dalam proyek film horor terbarunya yang berjudul Jikobukken. Pasalnya, dalam film arahan sutradara Billy Christian ini, Dimas dituntut untuk fasih berdialog menggunakan bahasa Jepang.
Dimas mengungkapkan bahwa menguasai bahasa Jepang bukanlah perkara mudah. Ia merasa ada hambatan teknis yang membuat proses belajarnya menjadi sangat menantang. Menurutnya, pelafalan dan intonasi dalam bahasa Jepang sangat berbeda dengan bahasa Indonesia, sehingga membutuhkan latihan ekstra.
Proses Belajar yang Intensif
Untuk mempersiapkan perannya, Dimas menjalani proses belajar bahasa Jepang secara intensif. Ia bekerja sama dengan seorang tutor profesional untuk memastikan dialognya terdengar alami. Tidak hanya itu, ia juga mempraktikkan dialog berulang kali di rumah dan di lokasi syuting.
Dukungan Sutradara dan Kru
Sutradara Billy Christian memberikan dukungan penuh kepada Dimas selama proses syuting. Billy memastikan bahwa setiap dialog dalam bahasa Jepang telah diperiksa oleh penutur asli agar tidak terjadi kesalahan makna. Kru film juga membantu Dimas dengan memberikan pengucapan yang benar setiap kali ia ragu.
Film Jikobukken sendiri mengisahkan tentang misteri di sebuah rumah tua di Jepang. Dimas berperan sebagai tokoh utama yang harus mengungkap rahasia di balik rumah tersebut. Dengan tantangan bahasa yang dihadapinya, Dimas berharap penonton dapat menikmati aktingnya dan merasakan ketegangan yang disajikan.
Meskipun berat, Dimas mengaku senang bisa belajar hal baru melalui proyek ini. Ia berharap pengalamannya dapat menginspirasi orang lain untuk tidak takut mencoba tantangan baru, terutama dalam dunia akting.



