Jakarta - Lagu 'Mas Bahlil Ganteng' yang viral di Indonesia kini turut menjadi sorotan media asing. Media terkemuka Singapura, The Straits Times, mengulas fenomena ini dalam artikel berjudul 'Indonesia's latest AI-generated earworm is an ode to its energy minister'.
Viral di Berbagai Platform
Menurut The Straits Times, lagu yang dibuat dengan kecerdasan buatan (AI) tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ini telah menggemparkan internet Indonesia. Sejak pertengahan Mei, lagu tersebut menyebar dengan cepat di TikTok, Instagram, dan grup WhatsApp, memicu berbagai video dance, animasi kartun, dan remix yang tak terhitung jumlahnya.
Kreativitas Warganet
The Straits Times mencatat bahwa para pengguna internet telah membuat versi bahasa Inggris dan Mandarin, serta cover biola, remix ska, dan versi a cappella. Fenomena ini menunjukkan kreativitas warganet dalam merespons isu politik dengan cara yang unik.
Inspirasi dari Program MBG
Lagu 'Mas Bahlil Ganteng' terinspirasi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Warganet secara iseng mengubah singkatan MBG menjadi 'Mas Bahlil Ganteng'. Tidak jelas siapa pencipta pertama lagu tersebut, tetapi lagu itu muncul dari komentar online tentang menteri dan diiringi melodi AI, bukan dari kampanye politik atau iklan.
Fenomena Politik Indonesia
Menurut The Straits Times, fenomena ini mencerminkan ciri khas wacana politik Indonesia, yaitu kecenderungan untuk membahas isu politik serius melalui humor, budaya pop, dan bahasa internet yang tersandi. Lagu ini tidak hanya tentang Bahlil, tetapi juga memberikan gambaran tentang dinamika politik Indonesia yang unik.
Fenomena viral ini menunjukkan bagaimana warganet Indonesia mampu menciptakan tren yang menghibur sekaligus menyentuh ranah politik, menarik perhatian dunia internasional.



