Program Desa Emas 2026 Majalengka Diharapkan Beri Dampak Positif pada Perekonomian
Program Desa Ekonomi Maju dan Sejahtera atau yang dikenal sebagai Desa Emas 2026 telah diluncurkan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Lebih dari 40 warga setempat berpartisipasi dalam inisiatif ini, yang bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pembuatan produk inovatif. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi serta menciptakan lapangan kerja baru di wilayah tersebut.
Peluncuran dan Tujuan Program
Workshop dan optimalisasi pelatihan pembuatan hampers hingga pemasaran digelar pada Jumat, 20 Februari 2026, di Gedung Yudha Karya Bakti Negara, Jalan Ahmad Yani Majalengka Kulon. Acara ini diprakarsai oleh INOTEK Foundation dan Yayasan Indonesia Setara. Founder Yayasan Indonesia Setara, Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan bahwa kegiatan kick off ini merupakan langkah awal peluncuran program dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan peserta yang telah lolos kurasi.
"Program ini bertujuan memberikan edukasi dan pengalaman praktik keterampilan pembuatan hampers produk hilirisasi untuk mengoptimalkan pemasaran di Hari Raya Idulfitri. Melalui workshop ini, kami berharap dapat meningkatkan peluang pendapatan bagi kelompok usaha desa, khususnya di Kabupaten Majalengka," ujar Sandiaga Uno melalui keterangan tertulis pada Selasa, 24 Februari 2026.
Manfaat dan Dampak yang Diharapkan
Program Desa Emas diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa dengan memberdayakan pelaku masyarakat melalui pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal. "Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, program ini dapat menjadi langkah signifikan menuju kemandirian ekonomi desa," tegas Sandiaga.
Beberapa manfaat utama dari program ini meliputi:
- Meningkatkan pendapatan masyarakat desa melalui pengembangan produk unggulan.
- Memberdayakan pelaku UMKM dengan pelatihan dan akses ke pasar.
- Mendorong perluasan pemasaran produk kerajinan agar lebih meluas.
Dukungan dari Pemerintah Daerah
Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdhan, menyampaikan bahwa pembangunan Kabupaten Majalengka saat ini berlandaskan visi "Majalengka Langkung Sae". Visi ini menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai pilar utama, dengan sektor UMKM sebagai salah satu motor penggerak utamanya.
"Kami mengembangkan ekonomi inklusif dan produktif, meningkatkan kemandirian pangan, serta memberikan kesempatan dan manfaat nyata bagi seluruh kalangan, terutama pelaku UMKM di desa," ucap Dena. Ia juga menyebutkan berbagai program yang selaras dengan Desa Emas, seperti:
- Gerakan Start-Up Inovatif dan Kompetitif (GASIK): Melibatkan 144 pelaku usaha dengan pemberian bantuan modal senilai Rp 10 juta bagi 25 pemenang untuk mendorong UMKM naik kelas.
- Lokal Go Viral: Strategi branding untuk memperkuat identitas visual dan pemasaran digital agar produk lokal dikenal luas.
- Program MADU'E: Upaya mendorong produk unggulan daerah agar mampu menembus pasar internasional (ekspor).
"Kami juga memberikan dukungan fasilitas dengan penyediaan pendampingan NIB gratis, bantuan modal dari Baznas, serta fasilitas SIKIM (Sentra Industri Kecil dan Menengah) untuk standarisasi produksi," tambah Dena.
Kolaborasi dan Partisipasi Masyarakat
Melalui kolaborasi antara Yayasan Indonesia Setara Inotek, Dompet Dhuafa, dan Pemerintah Daerah Majalengka, program ini diharapkan menjadi katalisator percepatan pembangunan ekonomi desa dan pengentasan kemiskinan. "Ini adalah sarana untuk mencetak kelompok usaha yang mandiri, inovatif, dan mampu menyerap tenaga kerja secara optimal. Langkah nyata untuk memastikan UMKM Majalengka tidak hanya 'jago kandang', tetapi mampu bersaing di kancah nasional maupun global," pungkas Dena.
Salah satu peserta, Aulia Putri dari KWT Mulya Mukti, mengaku sangat terbantu dengan mengikuti program Desa Emas Majalengka. "Kegiatan ini sangat seru dan menyenangkan. Semoga dengan pelatihan ini usaha kita semakin berkembang," kata Aulia. Peserta lain, Memi dari KWT Seruni, juga menyatakan bahwa workshop ini sangat bermanfaat. "Alhamdulillah dengan kegiatan ini kami bisa mendapatkan berbagai ilmu, terutama untuk produk unggulan yang ada di daerah kami. Harapannya program ini membantu memajukan UMKM dan meningkatkan kualitas produk hampers agar lebih inovatif," ujar Memi.
Peserta dari Berbagai Sektor
Workshop tersebut diikuti oleh sejumlah UMKM dari berbagai sektor, antara lain:
- Pengolahan Perkebunan Mangga: KUB Aghnia Maja dan KUB Asboro.
- Pemasaran Produk Hilirisasi: Koperasi Sobat Sehati Majalengka dan KDMP Paniis Kecamatan Maja.
- Pengolahan Hasil Tani: KWT Edelweiss, KWT Seruni, KWT Mulya Mukti.
- Pengolahan Hasil Perikanan: Koperasi Randegan Ikan Sejahtera, Poklahsar Pindang Haji Ceceng, Poklahsar Sukaraharja.
Program Desa Emas 2026 Majalengka ini merupakan upaya konkret untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM dan pengembangan produk berbasis potensi daerah. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan program ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat setempat.



