Imlek Festival 2577 Berkah Ramadan bagi UMKM, Takjil Vegan Laris Diburu
Imlek Festival 2577 Berkah Ramadan bagi UMKM

Imlek Festival 2577 Jadi Momentum Keberagaman dan Pendorong Ekonomi UMKM

Gelaran Imlek Festival 2577 yang pertama kali diadakan di Indonesia tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga menyuguhkan berkah ekonomi signifikan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Festival yang berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta, sejak 22 Februari hingga 3 Maret 2026 ini, secara tak terduga menjadi destinasi favorit para pencari takjil menjelang buka puasa di bulan Ramadan.

Antusiasme Pengunjung Ramadan Dongkrak Penjualan

Juafen, salah satu pedagang UMKM yang berpartisipasi, mengungkapkan rasa syukurnya atas momentum kebertepatan festival dengan bulan suci Ramadan. "Toleransinya luar biasa. Bisa berkumpul, bisa berbuka puasa bersama, bisa merayakan Imlek," ujarnya dengan penuh semangat. Ia menceritakan bahwa ini adalah pengalaman pertamanya berjualan di event berskala besar, namun penjualannya justru melampaui ekspektasi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Produk unggulan Juafen adalah coipan vegan, sebuah inovasi kuliner yang mengubah bahan hewani menjadi versi nabati yang lebih sehat dan halal. "Kita berusaha menciptakan dari yang hewani menjadi vegan, lebih sehat, halal," jelasnya. Selain coipan, ia juga menjual sushi vegan dan bakso vegan, yang laris diburu pengunjung sebagai menu berbuka puasa. Menurut Juafen, tingginya antusiasme pengunjung yang datang untuk ngabuburit dan berbuka bersama menjadi faktor utama peningkatan omzetnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kuliner Tradisional dengan Sentuhan Terjangkau

Novi, pedagang asal Kebon Jeruk, Jakarta Barat, turut merasakan dampak positif festival ini. Ia menjual pecel, gorengan, dan aneka takjil dengan harga yang sangat terjangkau. Meski telah berpengalaman berjualan di berbagai bazar, Novi mengakui bahwa Imlek Festival 2577 memberikan hasil penjualan yang luar biasa. "Kalau kemarin sih alhamdulillah ya, kita bisa menjual 15 porsi untuk pecelnya saja," katanya dengan senyum puas.

Novi juga menyambut baik gelaran festival ini sebagai alternatif hiburan Ramadan yang murah meriah bagi masyarakat. "Ya, bagus. Jadi kan kayak hiburan buat Ramadan juga ya. Kita bisa jalan-jalan ke sini. Di sini kan gratis, dan di sini juga banyak hiburan," ucapnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diperbanyak ke depannya agar semakin banyak UMKM yang merasakan manfaat ekonomi dari event semacam ini.

Wadah Pemberdayaan dan Promosi Keberagaman

Imlek Festival 2577 tidak sekadar menjadi ruang perayaan budaya Tionghoa, tetapi juga berfungsi sebagai wadah pemberdayaan UMKM yang inklusif. Festival yang terbuka untuk umum tanpa biaya masuk ini beroperasi setiap hari pukul 15.00 hingga 22.00 WIB, tepat pada waktu ngabuburit hingga berbuka puasa.

Keberhasilan festival ini dalam menarik pengunjung dari berbagai latar belakang, terutama umat Muslim yang mencari takjil, menunjukkan harmonisasi budaya yang kuat. Para pelaku UMKM seperti Juafen dan Novi menjadi bukti nyata bagaimana momentum Ramadan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian lokal melalui kuliner yang kreatif dan halal.

Dengan antusiasme yang tinggi dari masyarakat, Imlek Festival 2577 berpotensi menjadi model event serupa di masa depan, yang tidak hanya merayakan keberagaman tetapi juga secara konkret mendukung pertumbuhan usaha kecil dan menengah di Indonesia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga