Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo (Bamsoet), menilai komunitas otomotif telah berkembang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kreatif nasional. Menurutnya, komunitas ini mampu menjaga perputaran ekonomi masyarakat di tengah ketidakpastian global.
Peran Komunitas Otomotif di Tengah Ketidakpastian Global
Bamsoet menjelaskan bahwa saat dunia menghadapi perlambatan perdagangan internasional, gejolak geopolitik, serta tekanan terhadap berbagai sektor industri, aktivitas komunitas otomotif justru terus menciptakan peluang usaha baru. Peluang tersebut melibatkan pelaku UMKM, industri komponen, modifikasi, after market, pariwisata, hingga ekonomi digital.
Industri otomotif Indonesia sendiri tercatat menyumbang sekitar 1,28 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan III 2025. Sektor ini menempati posisi empat besar sektor industri pengolahan nasional. Selain itu, investasi di sektor otomotif telah mencapai sekitar Rp 174 triliun dengan penyerapan hampir 100 ribu tenaga kerja langsung.
Komunitas Otomotif sebagai Bagian Ekosistem Ekonomi
“Komunitas otomotif hari ini telah menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi nasional. Di balik setiap kegiatan komunitas terdapat perputaran ekonomi yang melibatkan UMKM, industri kreatif, bengkel, produsen aksesori, sektor pariwisata hingga pelaku usaha kuliner. Inilah bukti bahwa hobi dapat melahirkan nilai tambah ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Bamsoet saat memberikan sambutan di acara HUT Satu Dekade Mercedes-Benz W212 Club Indonesia (MBW212CI) di Avenue of The Star, Lippo Mall Kemang, Jakarta, pada Jumat (19/6) malam. Bamsoet yang juga menjabat sebagai Dewan Kehormatan Mercedes-Benz W212 Club Indonesia, Ketua DPR RI ke-20, dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7, menjelaskan bahwa salah satu sektor yang paling merasakan manfaat dari pertumbuhan komunitas otomotif adalah industri after market atau industri suku cadang dan aksesori kendaraan.
Daya Tahan Industri After Market
Menurutnya, di tengah perlambatan penjualan kendaraan baru, pasar after market tetap menunjukkan daya tahan yang kuat. Hal ini didorong oleh kebutuhan perawatan, modifikasi, dan personalisasi kendaraan. Segmen after market memiliki prospek yang stabil karena ditopang oleh besarnya jumlah kendaraan yang beroperasi di Indonesia.
“Pasar after market merupakan bukti nyata bagaimana komunitas otomotif menggerakkan ekonomi. Semakin aktif komunitas, semakin besar pula kebutuhan terhadap komponen, aksesori, jasa modifikasi, perawatan kendaraan, hingga produk-produk kreatif yang mendukung gaya hidup otomotif,” tutur Bamsoet.
Peran Strategis dalam Ekonomi Daerah
Bamsoet yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Beladiri Indonesia (PERIKHSA), Wakil Ketua Umum Partai Golkar, dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, menambahkan bahwa komunitas otomotif memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi daerah. Hal ini dilakukan melalui kegiatan touring dan eksplorasi destinasi wisata.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa ribuan anggota komunitas yang melakukan perjalanan lintas provinsi secara rutin memberikan dampak langsung terhadap tingkat hunian hotel, konsumsi produk lokal, hingga promosi destinasi wisata yang sebelumnya kurang dikenal. Di era digital saat ini, setiap perjalanan komunitas bahkan mampu menjadi sarana promosi gratis melalui media sosial yang menjangkau jutaan pengguna internet.
“Ketika ribuan anggota komunitas melakukan touring ke suatu daerah, sesungguhnya mereka sedang menciptakan perputaran ekonomi yang sangat besar. Hotel terisi, restoran ramai, UMKM memperoleh pelanggan baru, dan destinasi wisata mendapatkan promosi secara masif melalui media sosial para peserta,” pungkas Bamsoet.



