Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna yang membahas arah kebijakan ekonomi dan rencana pembentukan badan ekspor komoditas Indonesia belum mampu mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona hijau. Pada penutupan sesi perdagangan pertama Rabu (20/5/2026), IHSG masih berada di level negatif.
Berdasarkan laporan Kompas.id, IHSG ditutup melemah pada level 6.332, turun dari posisi pembukaan di 6.352. Meskipun penurunan ini tergolong tipis, pergerakan indeks sempat fluktuatif sepanjang sesi. Pada pukul 10.00 WIB, sebelum Presiden Prabowo memulai pidatonya, IHSG sempat naik ke level 6.459, menunjukkan optimisme pasar. Namun, setelah pidato berlangsung, tekanan jual kembali muncul dan mendorong indeks ke zona merah.
Analis pasar menilai bahwa pidato tersebut belum memberikan kepastian yang cukup bagi investor, terutama terkait detail implementasi kebijakan ekonomi dan badan ekspor. Pelaku pasar masih menunggu langkah konkret pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan stabilitas pasar modal.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen positif dari pidato presiden belum cukup kuat untuk mengangkat IHSG di tengah tekanan global dan domestik. Investor disarankan untuk tetap waspada dan mencermati perkembangan kebijakan selanjutnya.



