Harga Emas Batangan Melonjak Tajam di Awal Pekan, Antam Catat Kenaikan Tertinggi
Memasuki awal pekan pada Senin, 2 Maret 2026, pasar emas domestik mengalami gejolak signifikan dengan harga emas batangan yang mencatat lonjakan tajam. Kenaikan ini terjadi sebagai respons terhadap ketegangan geopolitik global yang melibatkan konflik antara aliansi Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Efek Domino Konflik Geopolitik Dorong Investor ke Aset Safe Haven
Ketegangan geopolitik yang memanas telah memicu efek domino di pasar keuangan, mendorong investor untuk berlomba-lomba memburu aset safe haven seperti emas. Fenomena ini berujung pada kenaikan harga di seluruh merek emas batangan populer di Indonesia, mencerminkan tren global yang sedang berlangsung.
Secara kumulatif, berikut adalah rincian kenaikan harga emas domestik dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya pada 1 Maret 2026:
- Emas Antam: Mengalami kenaikan tertinggi sebesar Rp 50.000 per gram, dari Rp 3.085.000 menjadi Rp 3.135.000.
- Emas UBS: Terkerek naik sebesar Rp 44.000 per gram, dari Rp 3.123.000 menjadi Rp 3.167.000.
- Emas Galeri 24: Naik sebesar Rp 38.000 per gram, dari Rp 3.092.000 menjadi Rp 3.130.000.
Harga Emas Dunia Cetak Rekor Baru di Pasar Spot
Melansir data dari Reuters, harga emas di pasar spot pada awal pekan pertama Maret ini juga menunjukkan performa yang luar biasa. Harga emas dunia melonjak sebesar 1,35 persen, mencapai level baru sebesar 5.348,49 dollar AS per ons.
Lonjakan ini menandai pencapaian rekor baru, memperkuat posisi emas sebagai instrumen investasi yang diminati di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Analis pasar memperkirakan bahwa tren kenaikan ini mungkin akan berlanjut dalam jangka pendek, tergantung pada perkembangan situasi internasional.
