Stok Beras Nasional Melimpah, Kapasitas Gudang Bulog Terbatas
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyatakan bahwa stok beras Indonesia pada awal tahun 2026 dalam kondisi sangat aman dan mencukupi. Bahkan, cadangan beras pemerintah di Bulog diproyeksikan akan melebihi kapasitas penyimpanan gudang yang tersedia di seluruh negeri.
Proyeksi Stok Mencapai 6 Juta Ton
Amran mengungkapkan bahwa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Bulog per Februari 2026 tercatat sebesar 3,3 juta ton. Berdasarkan perhitungannya, dalam tiga bulan ke depan, stok beras Bulog diperkirakan dapat menyentuh angka 6 juta ton. "Kemungkinan 3 bulan ke depan (stok CBP di Bulog) 6 juta ton, sedangkan kapasitas gudang hanya 3 juta ton," kata Amran, seperti dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah RI, Minggu (15/2/2026).
Hal ini menunjukkan peningkatan signifikan, dengan stok yang disimpan di gudang Bulog diprediksi bertambah menjadi 3,94 juta ton pada akhir Februari 2026. "Sekarang ini, bulan ini kemungkinan 3,94 juta ton," ujarnya menambahkan.
Keberhasilan Swasembada Pangan
Kondisi stok beras yang melimpah ini merupakan hasil dari keberhasilan pemerintah dalam mencapai swasembada pangan. Produksi beras nasional pada tahun 2025 menembus 34,71 juta ton, sehingga Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor beras. Amran menuturkan bahwa produksi beras masih terus mengalami peningkatan, yang akan membuat stok beras semakin berlimpah di masa mendatang.
Untuk mengatasi keterbatasan kapasitas gudang, Bulog telah menyewa tambahan gudang dengan kapasitas 1 juta ton guna menampung produksi beras nasional. Namun, dengan proyeksi stok mencapai 6 juta ton, diperlukan penyewaan lebih banyak gudang lagi. "Kita (Bulog) sudah sewa gudang 1 juta (ton) kapasitas, tetapi produksi beras kita meningkat tajam. Ini mungkin butuh dana tambahan (untuk menyewa gudang lagi)," jelas Amran.
Laporan kepada Presiden Prabowo
Sebelumnya, Mentan Amran Sulaiman telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa stok pangan dalam kondisi aman menjelang bulan Ramadhan 2026. Bahkan, semua stok pangan nasional surplus untuk dua bulan ke depan. "Jadi gini, tadi pertama disampaikan adalah stok pangan menghadapi bulan suci Ramadhan. Semua stok kita dua bulan ke depan surplus, lebih dari cukup," kata Amran usai rapat bersama Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Dia menyebutkan ada 12 bahan pokok yang stoknya lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Hari Raya Idul Fitri 2026, termasuk beras, minyak goreng, dan bawang merah. "Ada sembilan bahan pokok kita, itu adalah swasembada dan ekspor. Minyak goreng, beras, bawang merah, dan seterusnya. Kemudian yang impor juga cukup. Jadi ada 11-12 bahan pokok cukup sampai, lebih dari cukup sampai Idul Fitri," jelasnya.
Harga Bahan Pokok Terkendali
Di sisi lain, Amran juga memastikan bahwa harga cabai dan bawang merah masih dalam kondisi terkendali. Dia menyampaikan bahwa bawang merah telah mencapai swasembada dan bahkan mulai memasuki pasar ekspor. "Aman lah, bawang merah sama cabai rawit. Bawang merah kan kita swasembada. Bahkan kita ekspor. Kalau tidak salah, 2025 ekspor kurang lebih 1.000 ton. Jadi kita sudah swasembada," tuturnya.
"Ini persoalan rantai pasoknya. Kita benahi, jadi ada HET, ada HPP. HET-nya kita tekankan, khususnya yang strategis beras. Yang paling strategis beras kan, dengan minyak goreng, daging, ayam, telur, ini yang kita harus jaga betul," sambung Amran, menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga bahan pokok strategis.



