Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Tangerang kini diberdayakan untuk memproduksi bahan bangunan, seperti bataton dan paving block, dari limbah batu bara. Mereka mendapatkan gaji setiap bulan dari hasil kerja mereka.
Proses Produksi Paving Block oleh Napi
detikcom berkesempatan melihat langsung proses pembuatan beton tersebut pada Selasa (26/5/2026). Para napi yang bekerja dilengkapi alat pelindung diri (APD), seperti helm, masker, sepatu bot, hingga penutup telinga untuk operator mesin.
Para napi dibagi ke beberapa pos pekerjaan. Ada yang menyaring dan mencampurkan bahan baku limbah dengan semen, pasir, dan air. Ada yang mengoperasikan mesin pencetak hingga pembesian. Ada juga yang bertugas mengangkut dan menyusun hasil cetakan.
Ide Pemberdayaan dari Menteri Imipas
Kepala Lapas Tangerang Beni Hidayat mengatakan ide pemberdayaan napi ini digagas oleh Menteri Imipas Andrianto saat bertemu dengan pihak PLN. Limbah pembakaran batu bara dari PLTU dimanfaatkan sebagai bahan baku, sementara tenaga kerja berasal dari narapidana.
"Itu ada punya sumber yaitu limbah pembakaran batu bara di PLTU. Nah, ini kita manfaatkan, kita mempunyai tenaga kerja, kita manfaatkan menjadi produk konstruksi yang bernilai ekonomi tentunya," kata Beni.
Upah dan Sistem Pembayaran
Para napi yang ikut produksi mendapat upah dari hasil kerjanya. Upah dibayarkan per bulan dengan sistem per tray. Untuk paving block, mereka dibayar Rp2.000 per tray yang dihasilkan. Jika 200 tray sehari, maka total Rp400.000 dibagi sesuai jumlah anggota tim. Sebanyak 50 persen bisa diambil langsung, sisanya ditabung di Bank BRI.
Produk dan Pemasaran
Produk yang digarap napi antara lain paving block, bataton pres, modul rumah, u-ditch, pemecah ombak atau tetrapod, pagar panel precast, hingga roster. Produk-produk ini sudah banyak digunakan oleh perusahaan besar, seperti Summarecon Bekasi. Modul rumah juga telah digunakan untuk rumah ASN di Cikarang Barat dan Cikarang Pusat.
Beni menjamin kualitas paving block buatan napi mencapai K-300, yaitu standar kekuatan tekanan 300 kg/cm². Produk telah diuji laboratorium secara periodik setiap bulan di Laboratorium WIKA, sehingga mampu bersaing dengan produk di pasaran.



