Polda Banten Manfaatkan Lahan Eks Tambang untuk Tanam Jagung
Polda Banten Manfaatkan Lahan Eks Tambang Tanam Jagung

Polda Banten bersama jajarannya dan kelompok tani binaan Polairud Polda Banten memanfaatkan lahan eks tambang untuk penanaman bibit jagung. Lahan tidur seluas empat hektare milik warga di Lingkungan Bagendung, Kota Cilegon, kini diubah menjadi area pertanian produktif.

Langkah Strategis Polda Banten

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki meminta pemerintah daerah dari tingkat kabupaten/kota hingga kelurahan untuk mengoptimalkan lahan tidur, khususnya bekas tambang galian, agar lebih produktif dan bernilai ekonomi. "Lahan eks tambang yang telah direboisasi masih dapat dimanfaatkan dengan sistem tumpang sari. Sambil menunggu tanaman keras seperti kelapa berbuah, lahan tersebut bisa ditanami jagung yang dapat dipanen setiap empat bulan," ujar Hengki, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polda Banten dalam mendorong ketahanan pangan daerah. Setelah berhasil mencapai target panen jagung 2.800 ton dari luas tanam 1.772 hektare pada 2025, Kapolda kembali menginisiasi pemanfaatan lahan tidak produktif menjadi area pertanian fungsional. Lahan tidur dan eks tambang kini dikelola oleh kelompok tani mitra Polairud Polda Banten untuk budidaya jagung. Langkah strategis ini dinilai mampu meningkatkan produksi sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan jagung dari luar daerah.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Keunggulan Jagung sebagai Komoditas

Hengki menegaskan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam mengidentifikasi lahan terbengkalai. Jagung dipilih karena memiliki masa tanam relatif singkat, biaya produksi rendah, serta tidak memerlukan perawatan dan pengairan seintensif padi. Selain itu, harga jual jagung di pasaran cukup kompetitif dan menguntungkan petani.

"Langkah pemanfaatan lahan ini dapat mendukung program swasembada jagung di Provinsi Banten. Kebutuhan jagung untuk industri pakan ternak di Banten mencapai sekitar 4.000 ton per hari atau setara 1,5 juta ton per tahun," terangnya. Saat ini, produksi jagung di Banten baru mampu memenuhi sekitar tiga hingga lima persen dari total kebutuhan, sehingga provinsi tersebut masih bergantung pada pasokan dari Lampung dan Nusa Tenggara Barat.

"Melalui optimalisasi lahan tidur dan eks tambang, diharapkan ketahanan pangan di Banten semakin kuat sekaligus mampu mendongkrak kesejahteraan petani lokal," jelas Hengki.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga