Penelitian Ungkap Kota Pesisir Alami Penurunan Tanah Cepat
Kota Pesisir Alami Penurunan Tanah Cepat

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa sejumlah kota pesisir mengalami penurunan permukaan tanah dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Temuan ini dipublikasikan oleh tim ilmuwan dari Munich, Jerman, dan New Orleans, Amerika Serikat, dalam jurnal Nature Communications pada 16 Mei 2026.

Penurunan Tanah Ancam Jutaan Penduduk

Berdasarkan studi tersebut, jutaan orang yang tinggal di daerah pesisir menghadapi risiko karena tanah di bawah mereka perlahan-lahan ambles atau menurun. Fenomena ini memperparah dampak kenaikan permukaan air laut yang sudah menjadi ancaman global.

Dikutip dari Earth, Rabu (27/5/2026), selama ini proyeksi kenaikan permukaan laut yang digunakan oleh para perencana kota di seluruh dunia didasarkan pada asumsi tertentu. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa asumsi tersebut mungkin tidak sepenuhnya akurat karena tidak memperhitungkan penurunan tanah secara lokal.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Implikasi bagi Perencanaan Kota

Penurunan tanah yang cepat di kota-kota pesisir dapat meningkatkan risiko banjir, erosi pantai, dan kerusakan infrastruktur. Para peneliti menekankan pentingnya memasukkan data penurunan tanah dalam model perencanaan kota untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.

Studi ini juga menyoroti perlunya pemantauan berkelanjutan terhadap pergerakan tanah di wilayah pesisir. Dengan demikian, langkah-langkah adaptasi seperti pembangunan tanggul atau relokasi pemukiman dapat direncanakan dengan lebih tepat sasaran.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga