KKP Buka Rekrutmen 3.000 Pekerja untuk Program Tambak Udang Terintegrasi di Sumba Timur
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara resmi membuka rekrutmen untuk 3.000 tenaga kerja lokal. Program ini bertujuan mendukung operasional Budi Daya Udang Terintegrasi (Integrated Shrimp Farming/ISF) di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Rekrutmen ini merupakan bagian dari upaya menyiapkan sumber daya nelayan yang terampil dan berdaya saing di masa depan.
Pelatihan Khusus untuk Siapkan Tenaga Kerja Kompeten
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan, I Nyoman Radiarta, menjelaskan bahwa para pendaftar akan disiapkan melalui kelas khusus untuk melaksanakan pelatihan. "Melalui kelas khusus, kami menyiapkan putra-putri terbaik Sumba Timur agar memiliki keterampilan teknis, sertifikasi kompetensi, dan kesiapan kerja sesuai standar industri," ujar Nyoman, seperti dilansir Antara, Rabu, 11 Februari 2026.
Pelatihan ini dirancang untuk memastikan peserta memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar industri. Selain menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, rekrutmen ini juga menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan sektor kelautan dan perikanan di wilayah timur Indonesia.
Potensi Besar Wilayah Timur yang Belum Tergarap Maksimal
Laut bagian timur Indonesia dinilai memiliki potensi besar dengan keanekaragaman hayatinya, namun belum tergarap secara maksimal. Melalui program ISF, Nyoman berharap potensi tersebut dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
"Ke depan, program ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang usaha turunan, memperkuat keanekaragaman ekosistem perairan, serta dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen udang unggulan di pasar global," papar Nyoman.
Kategori Pekerjaan dan Proses Pelatihan
Nyoman menjelaskan bahwa KKP akan menggelar program pelatihan bagi para peserta yang lolos seleksi agar dapat bekerja di berbagai posisi. Beberapa kategori yang dibutuhkan meliputi:
- Operator anak kolam
- Teknisi budi daya udang
- Teknisi mesin tambak
- Laboran kesehatan udang
- Tenaga panen parsial
"Pelatihan tenaga kerja dilakukan melalui teori dan praktik untuk memperkuat keterampilan lapangan," ucap Nyoman. Setelah itu, mereka akan dikerahkan untuk melaksanakan magang di tambak mitra dengan kurikulum berbasis standar operasional tambak udang terintegrasi.
Rekrutmen Terbuka dan Dukungan Pemerintah Daerah
Rekrutmen telah dibuka mulai 10 Februari 2026 secara daring. Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti pendidikan dan pelatihan tanpa biaya, serta berkesempatan bekerja di kawasan tambak udang terintegrasi Waingapu setelah dinyatakan kompeten. Pemerintah menekankan bahwa peserta yang lolos tidak hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga bekal keahlian yang terukur dan tersertifikasi.
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, menyambut baik program ini sebagai peluang besar bagi generasi muda daerah. "Kesempatan kerja skala besar kini hadir di tanah Sumba sendiri. Kami ingin anak-anak kami bisa bekerja, berkembang, dan membangun masa depan tanpa harus jauh merantau," ucapnya.
Strategi Nasional untuk Meningkatkan Produksi Udang
Program ISF di Sumba Timur merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan produksi udang. Pemerintah pusat dan daerah mengupayakan dukungan mulai dari infrastruktur, seperti listrik, ketersediaan air bersih, serta jalur distribusi hasil panen agar rantai pasok berjalan efisien.
Pemerintah daerah mendorong sistem tambak yang terintegrasi agar produktivitas meningkat secara signifikan, namun kualitas udang tetap terjaga sehingga dapat menguatkan daya saing global. Untuk mendukung budi daya ini, penerapan teknologi berbasis data juga disediakan untuk memantau kualitas secara berkala demi menekan risiko penyakit.
Dengan semangat antusias yang tinggi dari para peserta, proyek ini diharapkan dapat memberi dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat wilayah setempat.



