Impor Bawang Putih Akan Dihentikan, NTB Ditetapkan Sebagai Pusat Benih Nasional
Impor Bawang Putih Dihentikan, NTB Jadi Pusat Benih Nasional

Impor Bawang Putih Dihentikan dalam 5 Tahun, NTB Siap Jadi Pusat Benih Nasional

Pasokan bawang putih impor akan dihentikan dalam 3-4 tahun atau paling lambat lima tahun ke depan untuk mendukung potensi lokal dan mencapai swasembada nasional. Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Lombok Timur, diproyeksikan menjadi pusat pembibitan bawang putih nasional yang terintegrasi.

Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Percepat Swasembada

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kualitas bawang putih dari Lombok Timur sangat kompetitif karena ditanam di dataran tinggi sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut. "Kualitasnya sangat bagus, pembibitan kita pusatkan di sini. NTB akan menjadi fondasi benih nasional," ujar Amran saat kunjungan kerja di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

Dalam kunjungan tersebut, Mentan bersama Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal melakukan penanaman bawang putih bersama petani. Kegiatan ini menjadi simbol sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat swasembada berbasis kawasan. "Ini kami sedang tanam bawang putih bersama Pak Gubernur. Insya Allah ini akan mampu berproduksi 20-30 ton per hektare," tambah Amran.

Target Luas Lahan dan Penghentian Impor

Percepatan swasembada diarahkan melalui program khusus berbasis kawasan dengan target luas lahan yang terukur. NTB dinilai memiliki potensi strategis sebagai tulang punggung pasokan nasional. "Kalau mampu 50 ribu hektare, minimal 25 ribu hektare, ini sudah bisa menyuplai provinsi-provinsi lain. Kita hentikan impor dalam 3–4 tahun ke depan, paling lambat 5 tahun," tegas Amran.

Wilayah NTB memiliki potensi lahan sekitar 7.750 hektare, dengan Lombok Timur sebagai sentra utama seluas 2.500 hektare. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan daerah dalam menggerakkan lahan, petani, dan pendampingan teknis. "Sesuai arahan Bapak Presiden, insya Allah Indonesia akan mencapai swasembada pangan dalam 3-4 tahun. Apalagi kalau di-support oleh Gubernur NTB," jelas Amran.

Komitmen NTB sebagai Pusat Pembenihan

Gubernur NTB Iqbal menegaskan kesiapan pihaknya untuk menjadikan Sembalun sebagai pusat pembenihan bawang putih nasional yang terintegrasi dengan kawasan produksi konsumsi. "Alhamdulillah, tahun ini kita sudah menjadi produsen benih bawang putih terbesar di Indonesia. Sesuai arahan Pak Menteri, kawasan Sembalun akan difokuskan untuk pembenihan sekitar 750 hingga 1.000 hektare, sementara wilayah di bawahnya difokuskan untuk produksi konsumsi," beber Iqbal.

Pemprov NTB juga sedang memetakan kabupaten dataran tinggi lainnya untuk perluasan kawasan bawang putih konsumsi. Pemetaan ini bertujuan memperkuat kelembagaan petani dan kemitraan usaha agar produksi berkelanjutan dan memiliki kepastian pasar.

Dukungan Infrastruktur dan Varietas Lokal

Pemerintah Provinsi NTB dinilai aktif menyiapkan infrastruktur pendukung, mulai dari penguatan kawasan produksi, pengembangan perbenihan, hingga integrasi sektor pertanian dan peternakan. Salah satu varietas lokal yang dikembangkan adalah Tawangmangu Baru (TMB) karena produktivitasnya yang tinggi.

Melalui kolaborasi konsisten antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani, percepatan swasembada bawang putih nasional optimistis dapat diwujudkan. Hal ini sekaligus akan memperkuat posisi NTB sebagai sentra bawang putih dan jagung nasional, mengurangi ketergantungan pada impor.