HKTI Tegaskan Swasembada Beras Bukan Lagi Wacana, Didukung Stok dan Produksi yang Meningkat
Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Bachtiar Utomo, menyatakan bahwa kondisi di lapangan yang menunjukkan stok cadangan beras pemerintah (CBP) melimpah memperkuat optimisme terhadap capaian swasembada komoditas tersebut. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak bekerja berdasarkan asumsi, melainkan fakta nyata di lapangan.
"Pemerintah tidak bekerja berdasarkan asumsi. Fakta di lapangan menunjukkan cadangan beras pemerintah dalam kondisi sangat kuat. Gudang-gudang terisi optimal dan distribusi terpantau dengan baik," kata Bachtiar seperti dilansir Antara, Minggu (20/4).
Bukti Konkret dari Kunjungan Langsung
Bachtiar menilai berbagai kritik yang meragukan capaian swasembada beras tidak sejalan dengan kondisi riil di lapangan. Menurutnya, kunjungan langsung Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono ke sejumlah gudang Perum Bulog menjadi bukti konkret kondisi pangan nasional.
Ia menekankan bahwa hasil pantauan langsung memperlihatkan stok beras nasional berada pada level tinggi, bahkan disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah. Kondisi ini mencerminkan kesiapan negara dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di pasar.
Peningkatan Produksi Nasional yang Signifikan
Selain stok yang melimpah, Bachtiar juga menyoroti peningkatan produksi nasional yang signifikan. Dalam satu tahun terakhir, produksi beras mengalami lonjakan yang cukup besar, didorong oleh beberapa faktor kunci:
- Perluasan area tanam yang lebih luas dan terencana.
- Perbaikan infrastruktur irigasi untuk mendukung produktivitas lahan.
- Kebijakan pemerintah yang lebih berpihak kepada petani, termasuk insentif dan dukungan teknis.
"Ini bukan sekadar angka di atas kertas. Produksi meningkat nyata, panen bertambah, dan petani merasakan langsung dampaknya," tegas Bachtiar.
Kombinasi Stok dan Produksi sebagai Indikator Kuat
Lebih lanjut, Bachtiar menyatakan bahwa kombinasi antara stok yang melimpah dan produksi yang terus meningkat menjadi indikator kuat bahwa Indonesia berada di jalur yang benar menuju swasembada beras. "Kalau stok penuh dan produksi naik, maka arah swasembada itu bukan lagi wacana, tetapi proses yang sedang berjalan dan semakin mendekati target," lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa petani adalah pihak yang paling memahami kondisi riil produksi. Oleh karena itu, suara dan pengalaman mereka harus menjadi rujukan utama dalam menilai capaian sektor pangan nasional.
Dukungan HKTI untuk Ketahanan Pangan
HKTI, lanjut Bachtiar, akan terus mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, termasuk memastikan sinergi antara produksi di tingkat petani dan pengelolaan cadangan nasional berjalan optimal. "Yang kita butuhkan sekarang adalah menjaga momentum, bukan membangun narasi yang tidak sesuai kenyataan. Fakta sudah jelas: stok kuat, panen meningkat, dan swasembada semakin nyata," tutup Bachtiar.
Dengan demikian, optimisme terhadap swasembada beras semakin menguat, didukung oleh data dan fakta di lapangan yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam sektor pertanian Indonesia.



