KOMPAS.com – Harga keekonomian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite ternyata lebih mahal dibandingkan Pertamax. Padahal, Pertalite memiliki nilai oktan (RON) yang lebih rendah, yaitu RON 90, sementara Pertamax memiliki RON 92. Lantas, berapa sebenarnya harga asli Pertalite dan berapa selisihnya dengan Pertamax?
Harga Keekonomian Pertalite dan Pertamax
Harga keekonomian adalah harga jual BBM tanpa subsidi pemerintah. Untuk Pertalite, harga keekonomiannya diperkirakan mencapai Rp 12.500 per liter, sedangkan Pertamax sekitar Rp 12.000 per liter. Artinya, meskipun nilai oktan Pertalite lebih rendah, harga aslinya justru lebih mahal Rp 500 per liter dibandingkan Pertamax.
Mengapa Harga Pertalite Lebih Mahal?
Beberapa faktor mempengaruhi harga keekonomian Pertalite yang lebih tinggi, antara lain:
- Biaya produksi dan distribusi yang lebih besar karena volume konsumsi yang tinggi.
- Kandungan sulfur yang lebih tinggi pada Pertalite memerlukan proses pengolahan tambahan.
- Kebijakan pemerintah yang memberikan subsidi lebih besar pada Pertalite sehingga harga jualnya lebih murah, namun harga keekonomiannya tetap tinggi.
Selisih Harga dengan Pertamax
Dengan harga keekonomian Pertalite Rp 12.500 per liter dan Pertamax Rp 12.000 per liter, selisihnya mencapai Rp 500 per liter. Namun, harga jual di pompa bensin justru berbeda: Pertalite dijual sekitar Rp 10.000 per liter (setelah subsidi), sedangkan Pertamax sekitar Rp 12.500 per liter. Hal ini menunjukkan bahwa subsidi pemerintah lebih besar untuk Pertalite.
Informasi ini penting bagi konsumen untuk memahami bahwa harga murah di pompa bensin tidak mencerminkan biaya sebenarnya. Dengan mengetahui harga asli, masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih BBM sesuai kebutuhan dan anggaran.



