BMKG Umumkan Daftar Wilayah Indonesia yang Sudah Masuk Musim Kemarau April 2026
Daftar Wilayah RI Masuk Musim Kemarau April 2026

BMKG Umumkan Daftar Wilayah Indonesia yang Sudah Masuk Musim Kemarau April 2026

Sejumlah wilayah di Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April 2026, berdasarkan data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Peralihan musim ini terjadi secara bertahap di berbagai daerah, dimulai dari wilayah tertentu sebelum meluas ke kawasan lainnya. Informasi ini penting bagi masyarakat untuk mengantisipasi cuaca kering, terutama dalam sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air, dan aktivitas harian.

Wilayah yang Sudah Memasuki Musim Kemarau

BMKG menyampaikan bahwa sekitar 7 persen wilayah Indonesia atau 49 Zona Musim (ZOM) telah mengalami musim kemarau pada April 2026. Data ini diperbarui per 31 Maret 2026, menunjukkan bahwa kemarau masih terbatas dan belum merata di seluruh negeri. Wilayah-wilayah yang tercatat sedang mengalami musim kemarau meliputi:

  • Sebagian kecil Aceh
  • Sebagian kecil Sumatera Utara
  • Sebagian kecil Riau
  • Sebagian Sulawesi Tengah
  • Sebagian Sulawesi Selatan
  • Sebagian Sulawesi Tenggara
  • Sebagian kecil Nusa Tenggara Barat (NTB)
  • Sebagian kecil Nusa Tenggara Timur (NTT)
  • Sebagian Maluku
  • Sebagian kecil Papua Barat

BMKG menegaskan bahwa awal musim kemarau berlangsung bertahap sesuai dinamika atmosfer dan pergerakan monsun, sehingga masyarakat perlu waspada terhadap perubahan cuaca ini.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Prediksi Wilayah yang Akan Masuk Kemarau pada April

Selain wilayah yang sudah mengalami kemarau, BMKG memprediksi bahwa 114 ZOM atau sekitar 16,3 persen dari total zona musim di Indonesia akan memasuki awal musim kemarau pada April 2026. Periode ini menandai awal peralihan dari musim hujan menuju kemarau, yang dimulai dari wilayah Nusa Tenggara sebelum meluas ke daerah lain. Setelah April, sebanyak 184 ZOM diprediksi memasuki kemarau pada Mei dan 163 ZOM pada Juni 2026.

Peralihan musim ini dipengaruhi oleh perubahan angin monsun, dari Monsun Asia menjadi Monsun Australia, yang menjadi penanda utama dimulainya musim kemarau di Indonesia. BMKG mengimbau agar masyarakat memantau perkembangan ini untuk persiapan yang lebih baik.

Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia

BMKG memprediksi bahwa musim kemarau 2026 akan datang lebih awal di sebagian wilayah Indonesia, dengan 325 ZOM atau sekitar 46,5 persen diperkirakan mengalami awal kemarau yang lebih cepat dari kondisi normal. Selain itu, akumulasi curah hujan selama musim kemarau diprediksi berada pada kategori bawah normal di sekitar 64,5 persen ZOM, menunjukkan potensi kemarau yang lebih kering dibandingkan biasanya.

Puncak musim kemarau 2026 di Indonesia diperkirakan terjadi pada Agustus di sekitar 61,4 persen wilayah. Lebih dari separuh wilayah juga diprediksi mengalami durasi kemarau yang lebih panjang dari normal, sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan iklim terbaru melalui kanal resmi guna mengantisipasi dampak musim kemarau sejak dini.

Musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung secara bertahap mulai April hingga pertengahan tahun, dengan karakteristik lebih kering di sejumlah wilayah. Kewaspadaan dan persiapan yang matang sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan cuaca ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga