Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka rekrutmen besar-besaran untuk awak kapal perikanan (AKP) guna mendukung program modernisasi armada nasional. Sebanyak 20.000 tenaga kerja dibutuhkan untuk mengoperasikan 1.582 unit kapal perikanan yang akan dibangun secara bertahap hingga tahun 2028.
Kebutuhan Tenaga Kerja untuk Modernisasi
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, mengungkapkan bahwa kebutuhan ini muncul seiring transformasi sektor perikanan tangkap menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi. Dalam jumpa pers di Jakarta pada Kamis (30/4/2026), Latif menyatakan bahwa program ini tidak hanya membutuhkan 20.000 awak kapal, tetapi juga akan berdampak langsung pada pelibatan lebih dari 500.000 tenaga kerja dalam ekosistem perikanan.
Dampak dan Manfaat Program
Program modernisasi armada ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor perikanan Indonesia. Dengan kapal-kapal baru yang lebih modern, efisiensi operasional akan meningkat, sehingga hasil tangkapan dapat dioptimalkan. Selain itu, keterlibatan ratusan ribu tenaga kerja dalam ekosistem akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional.
Lotharia Latif menambahkan bahwa rekrutmen ini akan dilakukan secara transparan dan profesional, dengan prioritas pada tenaga kerja lokal di daerah pesisir. KKP juga akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten.
Langkah Strategis KKP
Langkah ini merupakan bagian dari upaya KKP untuk merevitalisasi sektor perikanan tangkap. Pembangunan 1.582 unit kapal perikanan baru akan dilakukan secara bertahap, dengan target penyelesaian penuh pada tahun 2028. Kapal-kapal tersebut akan dilengkapi dengan teknologi terkini untuk mendukung operasi penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dengan rekrutmen ini, KKP berharap dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan nelayan serta masyarakat pesisir. Program ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.



