Penjual Kembang di TPU Tanah Kusir Nikmati Lonjakan Penghasilan Saat Lebaran
Ibu Erna, seorang penjual kembang yang berjualan di pinggir jalan TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, mengungkapkan kegembiraannya atas peningkatan penghasilan selama masa ziarah Lebaran tahun ini. Meskipun jumlah peziarah yang datang terasa lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dia tetap merasakan dampak positif pada pendapatannya.
Rutinitas Berjualan Selama Masa Ziarah
Erna memulai aktivitas jualannya sejak Sabtu pagi, 21 Maret 2026, tepat setelah menunaikan Salat Id. Dia berencana untuk terus berjualan hingga tiga hari ke depan, mengantisipasi arus peziarah yang masih berlanjut. "Masih, paling sampai Senin ya (berjualan)," ujarnya dengan penuh semangat.
Biasanya, saat Lebaran, lalu lintas di area makam ini sangat padat hingga seringkali terhenti. Namun, tahun ini suasana terasa lebih lengang. Meski demikian, Erna tidak kehilangan harapan. Dia membawa lima plastik besar berisi kembang, masing-masing dengan berat sekitar setengah kilogram, untuk dijajakan kepada para peziarah yang melintas.
Penghasilan yang Menggembirakan
Dengan tekun, Erna menjelaskan bahwa penghasilannya tetap mengalami kenaikan. "Iya alhamdulillah (penghasilan naik)," katanya sambil tersenyum. Selain berjualan kembang, dia juga menggantungkan hidupnya dengan berjualan kue, yang turut menyumbang pemasukan tambahan selama musim Lebaran ini.
Setiap harinya, dia bisa mengantongi uang ratusan ribu rupiah, bahkan melebihi angka Rp 100 ribu. "Bisa (di atas Rp 100 ribu)," ungkapnya dengan bangga. Hal ini menjadi berkah tersendiri baginya, mengingat persaingan di lokasi tersebut cukup ketat dengan banyaknya penjual kembang yang berjejer dari ujung ke ujung TPU Tanah Kusir.
Alasan Bertahan Hingga Tiga Hari ke Depan
Erna memutuskan untuk tetap berjualan hingga beberapa hari ke depan karena memperkirakan masih ada peziarah yang mudik dan belum sempat datang ke TPU Tanah Kusir. Dia biasanya mengakhiri aktivitas jualannya sekitar pukul 17.00 WIB sebelum pulang ke rumah.
Dengan semangat pantang menyerah, Erna terus menjalani rutinitasnya, berharap dapat terus menuai berkah dari momen Lebaran ini. Kisahnya menjadi contoh nyata bagaimana tradisi ziarah Lebaran tidak hanya bermakna spiritual, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi para pedagang kecil di sekitarnya.



