Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan laba Bank DKI pada tahun ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Target ambisius itu disampaikan Pramono saat meninjau Rusun Tambora, Jakarta Barat, Rabu (1/7/2026). Ia menyebut optimisme tersebut didasari oleh susunan direksi dan komisaris yang kini diisi secara profesional. "Saya memberikan harapan tinggi kepada Bank DKI. Untuk untungnya, saya yakin pasti bisa tiga kali dari tahun yang lalu. Pasti bisa. Kalau enggak, kebangetan Bank DKI," ujar Pramono.
Profesionalisme Kunci Kinerja BUMD
Menurut Pramono, pembenahan manajemen menjadi tumpuan untuk mendorong hasil yang lebih baik di seluruh badan usaha milik daerah (BUMD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Seleksi direksi dan komisaris kini dilakukan dengan mengedepankan kompetensi, bukan lagi intervensi politik. "Bank DKI juga tahun ini pasti lebih positif daripada tahun yang lalu. Sudah pasti karena semua direksi diisi secara profesional. Bahkan baru kali ini yang namanya komisaris pun profesional," tegasnya. Ia menekankan pengisian jabatan berbasis kompetensi agar bank milik Pemprov DKI itu mampu memberi kontribusi optimal bagi daerah.
PAM Jaya Buktikan Profesionalisme
Pramono mencontohkan pola pembenahan serupa yang telah diterapkan pada Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya. Hasilnya, kinerja PAM Jaya melonjak signifikan. "Dulu orang tidak menyangka PAM Jaya hari ini bisa memenuhi 82 persen kebutuhan air bersih Jakarta, untungnya di atas Rp 1 triliun. Kan enggak kebayang orang banyak. Bisa terbukti karena apa? Profesionalisme," kata Pramono. Ia menegaskan Pemprov DKI berupaya menjaga tata kelola BUMD agar profesional dan bebas dari intervensi yang mengganggu kinerja. Menurutnya, BUMD harus dikelola dengan orientasi bisnis yang sehat agar mampu meningkatkan keuntungan.
Target Laba Bank DKI Tiga Kali Lipat
Pramono menyebut kinerja BUMD DKI secara keseluruhan kian sehat. Dengan profesionalisme yang diterapkan, ia yakin Bank DKI mampu meraih laba tiga kali lipat. Meski tidak merinci angka laba tahun sebelumnya, pernyataan Pramono menunjukkan optimisme tinggi terhadap transformasi BUMD. "Saya yakin pasti bisa. Kalau enggak, kebangetan Bank DKI," ujarnya. Ia juga mengaitkan target tersebut dengan kontribusi Bank DKI terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jakarta.
Komitmen Tata Kelola Profesional
Pemprov DKI berkomitmen menjaga tata kelola BUMD yang profesional dan bebas intervensi. Pramono menegaskan bahwa penempatan pimpinan berdasarkan kompetensi adalah kunci utama. Hal ini diharapkan mendorong BUMD lain seperti Bank DKI dan PAM Jaya untuk terus meningkatkan kinerja. Dengan demikian, kontribusi BUMD terhadap pembangunan Jakarta dapat semakin optimal.



