HUT Ke-64, Bank BPD Bali Paparkan Kinerja Positif Hingga Mei 2026
HUT Ke-64, Bank BPD Bali Paparkan Kinerja Positif Mei 2026

Memasuki usia ke-64 tahun pada 5 Juni 2026, PT Bank Pembangunan Daerah Bali menggelar serangkaian peringatan hari ulang tahun dengan mengusung tema 'Harmoni Bertumbuh Menjaga Stabilitas'. Tema ini mencerminkan filosofi manajemen dan tata kelola perusahaan yang menekankan keseimbangan dinamis antara kemajuan bisnis dan ketahanan institusi.

Makna Tema HUT ke-64

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menjelaskan bahwa harmoni bertumbuh berarti pertumbuhan kolektif di mana setiap sektor saling mendukung secara selaras. Pertumbuhan ini tetap berpegang pada regulasi yang berlaku, sehingga kemajuan yang dicapai terukur, aman, dan berkelanjutan.

“Menjaga stabilitas dimaknai sebagai jangkar institusi dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Bank BPD Bali berkomitmen memastikan seluruh kondisi fundamental, mulai dari kesehatan finansial, permodalan, kepatuhan hukum, hingga keamanan data, tetap terjaga dengan mengedepankan manajemen risiko pada setiap langkah strategis,” ujar Sudharma dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rangkaian Kegiatan HUT

Sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian sosial, peringatan HUT ke-64 diisi dengan berbagai kegiatan humanis dan kekeluargaan. Rangkaian kegiatan meliputi persembahyangan bersama, penyerahan punia, bantuan langsung ke panti asuhan, serta kunjungan silaturahmi kepada para pendiri dan pensiunan pengurus Bank BPD Bali. Selain itu, digelar donor darah, turnamen tenis meja, dan kompetisi frontliner untuk menjaga serta meningkatkan kualitas layanan.

Kinerja Keuangan per Mei 2026

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Mei 2026, Bank BPD Bali mencatatkan hasil positif. Total aset tumbuh 8,19 persen year on year (YoY) menjadi Rp 43,12 triliun. Penyaluran kredit mencapai Rp 25,63 triliun atau tumbuh 8,46 persen YoY, dengan porsi kredit UMKM sebesar Rp 13,51 triliun yang tumbuh 12,55 persen YoY. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 5,68 persen menjadi Rp 35,40 triliun. Laba per Mei 2026 tercatat Rp 670 miliar, tumbuh 16,50 persen YoY.

Rasio keuangan menunjukkan indikator sehat: Capital Adequacy Ratio (CAR) 30,34 persen, Return on Assets (ROA) 4,29 persen, Return on Equity (ROE) 28,39 persen, NPL Gross 0,96 persen, BOPO 59,09 persen, dan Net Interest Margin (NIM) 5,89 persen. Posisi keuangan diperkuat penambahan modal dari pemegang saham tahun 2026 sebesar Rp 746 miliar. Total modal disetor per Mei 2026 mencapai Rp 3,63 triliun dan modal inti Rp 5,98 triliun, memproyeksikan Bank BPD Bali naik kelas menjadi bank kategori KBMI 2 tahun ini.

Apresiasi Nasional

Kinerja stabil ini mendapat apresiasi di tingkat nasional saat Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI bersama Menteri Dalam Negeri dan mitra kerja di Jakarta, Rabu (3/6/2026). Rapat membahas perkembangan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) BUMD serta dukungan regulasi bagi BPD sebagai BUMD sektor jasa keuangan.

Dalam forum tersebut, I Nyoman Sudharma bersama Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) menyampaikan terima kasih kepada Menteri Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, dan seluruh pemangku kepentingan atas dukungan terhadap penguatan peran BPD.

“Regulasi yang kuat bagi BUMD, khususnya BPD, sangat penting untuk menjaga keberlanjutan fungsi intermediasi, memperluas akses pembiayaan masyarakat, dan mendukung pembangunan daerah,” jelas Sudharma.

Anggota Komisi II DPR RI, Wahyudin Noor Aly, menyoroti rasio profitabilitas Bank BPD Bali yang efisien. “Kita mengapresiasi Bank BPD Bali. Dengan aset di kisaran Rp 40 triliun, labanya mencatatkan hasil sangat baik sebesar Rp 1.101,47 miliar. Ini membuktikan bahwa bank dengan aset relatif tidak terlalu besar tetap dapat dikelola secara optimal untuk menghasilkan keuntungan yang baik bagi daerah,” tutupnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga