Zita Anjani Dorong Pariwisata Siak Berbasis Konservasi Budaya dan Lingkungan
Zita Anjani Dorong Pariwisata Siak Berbasis Konservasi

Zita Anjani Dorong Pariwisata Siak Berbasis Konservasi Budaya dan Lingkungan

Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Indonesia, Zita Anjani, telah melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen UKP Pariwisata dalam mendorong pengembangan pariwisata yang bertumpu pada konservasi budaya dan lingkungan sebagai fondasi pembangunan destinasi yang berkelanjutan. Kabupaten Siak dinilai memiliki kekayaan pariwisata yang tidak hanya memikat secara visual, tetapi juga kuat secara nilai budaya dan pengalaman, sehingga menjadi fokus utama dalam agenda kunjungan tersebut.

Pertemuan dengan Pemerintah Daerah

Agenda kunjungan diawali dengan pertemuan bersama Bupati Siak dan jajaran pemerintah daerah. Dalam pertemuan tersebut, Zita Anjani menekankan pentingnya arah pengembangan pariwisata daerah yang mengedepankan identitas budaya, pemberdayaan komunitas lokal, serta prinsip keberlanjutan lingkungan. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci agar pariwisata tumbuh dengan karakter yang kuat dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga.

"Kita ingin pariwisata tumbuh bukan hanya sebagai destinasi, tetapi sebagai ekosistem yang menghidupkan budaya, menjaga lingkungan, dan menyejahterakan masyarakat," ujar Zita Anjani melalui keterangan tertulis pada Jumat, 13 Februari 2026. Pernyataan ini menegaskan visinya untuk menciptakan pariwisata yang holistik dan berkelanjutan di wilayah tersebut.

Dialog dengan Komunitas Muda

Agenda kunjungan dilanjutkan dengan audiensi bersama komunitas Suwai dari Skelas, sebuah komunitas anak muda yang aktif menggerakkan pariwisata berbasis pengalaman dan pelestarian budaya di Siak. Dalam dialog ini, Zita mengapresiasi peran generasi muda yang tidak hanya mempromosikan destinasi, tetapi juga menjaga nilai-nilai lokal sebagai daya tarik utama.

"Manusia tidak benar-benar bepergian untuk melihat tempat baru, tetapi untuk menemukan cara baru melihat dunia dan melihat dirinya sendiri. Pariwisata bukan hanya tentang jarak yang kita tempuh, tetapi tentang nilai yang kita temui di sepanjang perjalanan. Dan nilai itu, di Indonesia, bernama budaya," terang dia. Apresiasi ini menunjukkan pentingnya keterlibatan pemuda dalam menjaga warisan budaya sambil mengembangkan sektor pariwisata.

Pengalaman Wisata Autentik

Salah satu pengalaman yang menjadi sorotan dalam kunjungan ini adalah konsep wisata kuliner khas Siak, yaitu Makan Berhanyut. Aktivitas ini melibatkan menikmati hidangan ikan sambil menyusuri sungai di atas perahu. Menurut Zita, pengalaman ini mencerminkan pariwisata yang autentik dan berkarakter karena menyatukan alam, budaya sungai, serta tradisi kuliner masyarakat setempat dalam satu narasi yang utuh.

Selain itu, Zita Anjani juga mengikuti aktivitas bersama perempuan-perempuan Siak dengan belajar membuat anyaman dari daun pandan kering. Kegiatan ini menggambarkan bagaimana keterampilan tradisional perempuan dapat menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. "Budaya yang dirawat dengan benar bisa menjadi sumber penghidupan terutama untuk pariwisata yang berkelanjutan," terang Zita.

Komitmen untuk Masa Depan

Melalui rangkaian agenda ini, UKP Pariwisata menegaskan komitmennya dalam menjalankan program pariwisata berbasis konservasi budaya dan lingkungan sebagai strategi untuk memperkuat daya saing destinasi, sekaligus menjaga warisan lokal agar tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang. Zita menyatakan bahwa Kabupaten Siak dinilai memiliki modal kuat untuk berkembang sebagai destinasi pariwisata berbasis komunitas yang autentik, berdaya saing, dan berkelanjutan.

"Kunjungan ini diharapkan menjadi awal kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan komunitas dalam mendorong transformasi pariwisata yang berpihak pada budaya, lingkungan, dan masyarakat," jelas dia. Dengan demikian, upaya ini diharapkan dapat menciptakan pariwisata yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat lokal dan pelestarian alam.