Warga Tangkap Ikan Sapu-Sapu, Dijual Rp 15 Ribu per Kg ke Penampung
Warga Tangkap Ikan Sapu-Sapu, Dijual Rp 15 Ribu per Kg

Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menemukan aktivitas warga yang menangkap ikan sapu-sapu di aliran Kali Pasar Baru. Temuan ini diperoleh dari pemantauan lapangan yang dilakukan oleh jajaran kelurahan setempat. Arifin melalui akun Instagram resminya @arifinofficial_ pada Jumat (24/4/2026) menyatakan, "Saya telah mengarahkan Lurah Pasar Baru untuk melakukan pemantauan di Kali Pasar Baru. Dan ditemukan adanya aktivitas masyarakat yang membuang kulit bangkai ikan sapu-sapu ke sungai."

Nilai Ekonomi Ikan Sapu-Sapu

Penangkapan ikan sapu-sapu tidak hanya untuk konsumsi pribadi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Warga mengaku menjual daging ikan hasil tangkapannya kepada penampung dengan harga tertentu. Dalam rekaman video yang diunggah Arifin, terlihat Lurah Pasar Baru, Ikhwan Julio Akbar, berbincang dengan salah satu warga yang tengah menyiangi ikan sapu-sapu di pinggir kali. Ikan dibelah untuk dibersihkan isi perut dan kotorannya. Tiga orang pria dewasa berjejer menyiangi ikan yang berserakan di pinggir kali.

Saat ditanya soal hasil tangkapan, warga menyebut jumlah yang didapat tidak menentu, namun mengaku daging ikan beserta telur ikan sapu-sapu tersebut dijual. "Nggak tentu. Paling plastik ini ukuran 30–40. Sekilonya dijual Rp 15 ribu," ujar warga tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penjualan ke Penampung

Warga tersebut membenarkan bahwa hasil tangkapan dijual ke pihak penampung. "Ada penampungnya," katanya. Namun, dia tidak mengetahui peruntukan ikan tersebut lebih lanjut. "Nggak tahu pak, saya mah cuma tugasnya nyari doang pak," lanjutnya. Warga juga menyatakan aktivitas ini sering dilakukan, meski lokasi penangkapan berpindah mengikuti kondisi sungai. "Sering. Ini lagi di Kali Cikarang banjir aja saya kemari," katanya.

Dampak Lingkungan

Arifin menyoroti dampak lingkungan dari aktivitas tersebut, terutama pembuangan limbah ikan ke sungai yang memicu pencemaran dan bau tidak sedap. "Hal ini tentu sangat mencemari lingkungan, menimbulkan bau tidak sedap, serta mengganggu kebersihan sungai dan kesehatan bersama," kata Arifin. Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dalam bentuk apa pun. "Kami mengimbau kepada seluruh warga untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai dalam bentuk apapun. Mari kita jaga kebersihan kali kita sebagai tanggung jawab bersama," pungkas Arifin.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga