Warga Cisarua Berang, Lokasi Longsor Bandung Barat Dijadikan Tempat Konten
Warga Berang, Lokasi Longsor Cisarua Jadi Tempat Konten

Warga Cisarua Berang, Lokasi Longsor Bandung Barat Dijadikan Tempat Konten dan Wisata

Warga korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, menyatakan kemarahan mereka karena banyak pengunjung yang memanfaatkan lokasi bencana sebagai tempat untuk membuat konten media sosial atau sekadar berwisata. Mereka mendesak para pengunjung untuk menjaga adab dan menghormati suasana duka yang masih melanda komunitas setempat.

Lokasi Bencana Berubah Menjadi Spot Populer

Dilaporkan, area terdampak longsor yang membentang sekitar 2,5 kilometer kini mulai sepi setelah operasi pencarian korban dihentikan. Namun, alih-alih kembali tenang, kawasan tersebut justru ramai dikunjungi orang-orang yang menjadikannya sebagai tempat ngabuburit atau bahkan lokasi syuting konten. Tanah yang berantakan akibat reruntuhan bangunan, batu-batu raksasa yang berserakan, serta aliran sungai dadakan yang muncul di tengah lokasi longsor, malah dijadikan latar belakang untuk aktivitas rekreasi oleh sejumlah individu.

"Iya, sekarang malahan jadi tempat ngabuburit. Banyak dari orang luar, soalnya saya enggak kenal wajahnya," ungkap Iman Rahmat, seorang warga penyintas longsor Cisarua, yang menyaksikan langsung fenomena ini. Iman dan warga lain yang masih berduka akibat bencana tersebut merasa kesal dengan ulah para 'wisatawan bencana' yang dinilai tidak sensitif.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Konten untuk Pemasukan, Sementara Korban Berduka

Iman menjelaskan bahwa meskipun awalnya banyak media yang meliput kejadian longsor, situasinya kini berbeda. "Sekarang malah banyak yang datang terus buat konten, mereka dapat uang sementara kita korban dapat apa? Padahal kita kan berduka karena keluarga jadi korban, terus rumah tinggal nggak ada," keluhnya. Warga merasa bahwa aktivitas konten di lokasi bencana hanya menguntungkan para pembuat konten secara finansial, sementara mereka yang menjadi korban masih harus menghadapi trauma dan kehilangan.

Untuk menanggapi hal ini, warga dan pemerintah desa telah memasang spanduk bertuliskan 'BUKAN TEMPAT WISATA, JAGA ADAB' di Kampung Pasir Kuda, yang juga mengalami kerusakan parah akibat longsor. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengingatkan pengunjung agar lebih menghormati lingkungan dan perasaan warga setempat.

Data Korban dan Dampak Jangka Panjang

Berdasarkan data yang disampaikan oleh SAR Mission Coordinator (SMC) pada akhir operasi pencarian korban longsor pada 14 Februari lalu, masih ada sekitar 20 korban yang belum ditemukan. Situasi ini menambah beban emosional bagi warga, sehingga kehadiran pengunjung yang tidak terkait dengan upaya pemulihan dianggap sangat mengganggu.

Insiden ini menyoroti pentingnya etika dalam menghadapi bencana alam, di mana lokasi yang seharusnya menjadi area berduka justru diubah menjadi tempat hiburan. Warga berharap bahwa dengan adanya spanduk peringatan dan kesadaran masyarakat, lokasi longsor di Cisarua dapat kembali menjadi tempat yang tenang untuk proses pemulihan korban dan keluarga mereka.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga