Revitalisasi Taman Semanggi Telan Biaya Rp 134 Miliar Tanpa APBD, Swasta Kelola 11,5 Tahun
Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi telah melaksanakan peletakan batu pertama untuk proyek revitalisasi Taman Semanggi yang berlokasi di Jakarta Pusat pada hari Jumat, 20 Februari 2026. Proyek ambisius ini memiliki nilai investasi mencapai Rp134 miliar dan yang menarik, dana tersebut tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Skema Pendanaan Melalui Kerja Sama Swasta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa revitalisasi ini didanai sepenuhnya oleh pihak swasta melalui skema kerja sama. Meskipun identitas mitra dan detail skema naming rights tidak diungkapkan secara spesifik, Pramono menegaskan bahwa nama kawasan ikonik ini tidak akan mengalami perubahan. "Nama tempat ini tetap Semanggi, enggak ada perubahan nama," tegasnya dalam pernyataan resmi.
Sebagai imbal balik atas investasi besar tersebut, mitra swasta akan diberikan hak pengelolaan kawasan Taman Semanggi selama periode 10 tahun, ditambah dengan masa pembangunan selama 1,5 tahun. Dengan demikian, total masa pengelolaan yang diperoleh pihak swasta mencapai 11,5 tahun. "Mitra kami mengeluarkan dana cukup besar Rp134 miliar, harus juga kemudian mendapatkan manfaat dari Semanggi nanti yang menjadi lebih baik," jelas Pramono.
Target Penyelesaian dan Konsep Revitalisasi
Proses revitalisasi ditargetkan selesai pada tanggal 22 Juni 2027, yang bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun Kota Jakarta sekaligus momentum 500 tahun usia ibu kota. Pramono berharap Taman Semanggi yang telah direvitalisasi akan menjadi etalase baru Jakarta yang lebih menarik dan fungsional. "Mulai hari ini sampai dengan mudah-mudahan tanggal 22 Juni tahun 2027, Jakarta mempunyai etalase baru yang menjadi lebih baik, yang namanya adalah Semanggi," ujarnya penuh harap.
Revitalisasi ini akan mencakup lahan seluas sekitar 6 hektare dan mengusung konsep yang menekankan tiga aspek utama:
- Regenerasi gagasan: Pembaruan ide dan desain untuk menyesuaikan dengan kebutuhan kontemporer.
- Reconnection (keterhubungan): Meningkatkan aksesibilitas dan integrasi dengan lingkungan sekitarnya.
- Reactivation (pengaktifan ruang publik): Mengoptimalkan fungsi taman sebagai ruang publik yang aktif dan dinamis bagi masyarakat.
Dengan pendanaan swasta dan skema pengelolaan jangka panjang ini, Pemprov DKI Jakarta berupaya menghadirkan transformasi signifikan pada Taman Semanggi tanpa membebani anggaran daerah, sekaligus menciptakan kemitraan yang saling menguntungkan antara pemerintah dan sektor privat.



