Pemprov DKI Aktifkan RDF Rorotan untuk Atasi Sampah Jakarta Pasca Longsor Bantargebang
RDF Rorotan DKI Dioperasikan Usai Longsor Bantargebang

Pemprov DKI Jakarta Operasikan RDF Rorotan untuk Tangani Sampah Pasca Longsor di Bantargebang

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memulai pengoperasian fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan di Jakarta Utara secara bertahap. Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk mengatasi krisis pengelolaan sampah di ibu kota, menyusul terjadinya longsor di Zona 4A Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Kapasitas Pengolahan Sampah yang Ditingkatkan Bertahap

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto, RDF Plant Rorotan mulai beroperasi dengan kapasitas awal sekitar 300 ton sampah per hari. Kapasitas ini direncanakan akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 750 ton per hari dalam pekan ini, dan selanjutnya ditingkatkan lagi menjadi 1.000 ton per hari. Pengoperasian fasilitas ini bertujuan untuk menjaga stabilitas sistem pengelolaan sampah dari Jakarta sembari menunggu proses penataan area yang terdampak longsor di Bantargebang selesai.

Kondisi Operasional TPST Bantargebang Pasca Longsor

Sementara itu, layanan pembuangan sampah di TPST Bantargebang masih tetap berjalan melalui beberapa zona yang tidak terdampak longsor. Saat ini, pengiriman sampah dilakukan melalui:

  • Zona 1
  • Zona 2
  • Zona 5

dengan total kapasitas sekitar 4.000 ton per hari. Adapun Zona 4 Besar yang terdampak longsor masih dalam proses perapihan sebelum kembali dioperasikan. Setelah penataan selesai, zona tersebut diperkirakan dapat kembali menampung sekitar 1.500 ton sampah per hari.

Optimasi Fasilitas Pengolahan Sampah Lainnya

Selain RDF Plant Rorotan, Pemprov DKI juga mengoptimalkan fasilitas pengolahan sampah lainnya untuk meningkatkan kapasitas penanganan. Fasilitas tersebut meliputi:

  1. RDF Plant Bantargebang dengan kapasitas sekitar 800 ton per hari.
  2. Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Merah Putih yang mampu mengolah sekitar 100 ton per hari.

Melalui skema pengoptimalan ini, total sampah yang dapat tertangani hingga akhir pekan ini diperkirakan mencapai sekitar 6.700 hingga 7.150 ton per hari. Asep Kuswanto menegaskan bahwa langkah pengoperasian RDF Rorotan merupakan bagian dari strategi cepat pemerintah daerah untuk memastikan layanan pengelolaan sampah tetap berjalan sambil mempercepat pemulihan operasional penuh TPST Bantargebang.

"Dengan berbagai langkah penanganan yang sedang dilakukan, kami berharap operasional pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dapat kembali normal dalam waktu satu pekan ini," tandas Asep dalam keterangan tertulisnya. Upaya ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi tantangan lingkungan dan menjaga kebersihan kota di tengah situasi darurat pasca longsor.