Rahmat dan Keluarga Bergegas dari Bogor untuk Foto Idulfitri di Bundaran HI
Suara ckrek.. ckrek.. berulang kali terdengar dari ponsel Rahmat di antara gemericik air mancur Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu pagi, 21 Maret 2026. Istri dan kedua anaknya bergantian berpose di dekat properti bertema Lebaran Idulfitri yang menghiasi kawasan tersebut. Rahmat dengan cermat mundur beberapa langkah, mengatur sudut pengambilan gambar, lalu kembali menekan tombol kamera untuk mengabadikan momen spesial tersebut.
Perjalanan Cepat dari Bogor ke Jantung Ibu Kota
Rahmat datang dari Bogor pagi itu, tepat usai menunaikan salat Id. Dia langsung memboyong keluarganya menembus jantung ibu kota Jakarta dengan satu tujuan utama: mengunjungi Bundaran HI. "Kalau di sini kan pusat Jakarta, ya. Landmark-nya memang di sini. Banyak spot yang bagus buat difoto," ujar Rahmat saat ditemui di lokasi. Baginya, Bundaran HI bukan sekadar tempat singgah biasa; lokasi ini selalu menawarkan latar yang sempurna untuk menghabiskan pagi di hari pertama Lebaran Idulfitri.
Dekorasi Musiman yang Memikat Mata
Di kawasan Bundaran HI, dekorasi musiman Idulfitri benar-benar menggoda mata yang memandang. Lengkungan ornamen yang elegan, lampu gantung yang berkilauan, hingga deretan tanaman hijau yang tertata rapi membuat setiap sudut terasa berbeda dan fotogenik. "Iya, ada propertinya juga di sini, ada pohon juga," tambah Rahmat dengan antusias. Dia menjelaskan bahwa keindahan dekorasi ini menjadi alasan utama mengapa dia memilih Bundaran HI sebagai destinasi foto keluarga saat Lebaran.
Rencana Perjalanan Setelah dari Bundaran HI
Setelah puas berfoto di Bundaran HI, Rahmat berencana melanjutkan perjalanan ke Jalan Sudirman. Namun, ini hanya sekadar berputar untuk menikmati suasana kota sebelum akhirnya kembali ke Bogor. Perjalanan kali ini, menurutnya, bukan untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar. Justru, malam nanti, Rahmat dan keluarganya bersiap melanjutkan perjalanan panjang ke Palembang. "Enggak, emang jalan-jalan aja," katanya singkat mengenai tujuan mudik mereka.
Kondisi Lalu Lintas yang Berbeda dari Tahun Lalu
Arus lalu lintas pada hari itu terasa cukup lengang, membuat perjalanan dari Bogor ke Jakarta berjalan dengan lancar. Namun, Rahmat mengungkapkan bahwa kondisi tahun ini tidak lebih sepi dibandingkan dengan Lebaran tahun sebelumnya. "Lenggang, tapi ya enggak selenggang tahun kemarin," ujarnya. Tahun lalu, dia juga datang ke tempat yang sama untuk mengabadikan momen bersama keluarga, lalu pulang ke kampung halaman. Kini, tradisi itu kembali diulangi dengan semangat yang sama.
Kunjungan Kedua dengan Semangat Baru
Kunjungan kali ini menjadi yang kedua bagi Rahmat dan keluarganya. Dia sengaja kembali ke Bundaran HI, tertarik pada sudut-sudut tertentu yang dianggapnya sangat menarik untuk diabadikan dalam lensa kamera. "Cuma mau lihat ini, kan ada spot di sini. Bagus," ujar dia dengan mata berbinar. Rahmat datang berempat bersama istri dan dua anaknya. Seperti tahun lalu, dia memilih untuk menikmati keindahan Jakarta lebih dulu sebelum benar-benar beranjak mudik ke Palembang. "Lebaran kedua baru pulang," tambahnya.
Ramainya Pengunjung di Bundaran HI
Rahmat tidak sendirian dalam memanfaatkan momen Lebaran di Bundaran HI. Banyak warga lainnya juga terlihat berfoto ria di sekitar kawasan tersebut. Bahkan, mobil-mobil sampai diparkirkan tidak jauh dari bundaran, menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi. Satu per satu foto diambil, mengunci momen singkat nan berharga sebelum perjalanan berlanjut ke kota lain. Tradisi menikmati Jakarta sebelum mudik ini seolah telah menjadi ritual tahunan bagi keluarga Rahmat, memperkaya makna kebersamaan di hari raya Idulfitri.



