Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, bersama delegasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mengadakan pertemuan dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia, Junimart Girsang, di Milan, Italia, pada Senin (11/5/2026) sore waktu setempat. Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam ini membahas berbagai peluang kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan kota-kota strategis di Italia, seperti Milan dan Roma. Kerja sama ini bertujuan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global melalui sektor ekonomi kreatif, fesyen, budaya, pariwisata, dan promosi produk lokal ke pasar internasional.
Peluang Kerja Sama dengan Italia
Wagub Rano menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan kesempatan baik untuk memperkuat hubungan bilateral. Jakarta akan genap berusia 500 tahun pada 2027, sehingga dalam satu tahun ke depan akan lebih agresif membangun kerja sama dengan kota-kota global, termasuk kota-kota penting di Italia. Milan, sebagai salah satu pusat ekonomi Italia, dikenal sebagai pusat keuangan, bisnis, desain, dan fesyen terpenting di Eropa. Milan juga merupakan salah satu dari empat ibu kota mode dunia bersama Paris, London, dan New York City. Posisi ini menjadikan Milan sebagai etalase strategis bagi produk kreatif dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Ekosistem Kreatif Milan
Selain sebagai kota mode, Milan memiliki ekosistem kreatif yang kuat, meliputi industri desain, kriya, kuliner, dan penyelenggaraan agenda internasional seperti Milan Fashion Week yang berada di bawah Camera Nazionale della Moda Italiana. Pemprov DKI Jakarta membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif Jakarta, khususnya subsektor fesyen, kriya, aksesori, dan produk budaya Betawi, untuk masuk ke jejaring promosi global. Hal ini sejalan dengan partisipasi aktif Jakarta dalam berbagai panggung kreatif internasional, termasuk Paris Fashion Week, guna memperluas pasar dan memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang berakar pada identitas budaya lokal.
Dukungan Dubes RI untuk Italia
Duta Besar RI untuk Italia, Junimart Girsang, mendukung target Jakarta menuju Top 50 Global City pada 2030. Menurutnya, Jakarta perlu memperluas jejaring kerja sama dengan kota-kota penting dunia, termasuk Milan. “Saya kira, kalau Jakarta ingin semakin maju, kerja sama seperti ini harus terus diperkuat. Milan adalah kota yang sangat strategis, terutama untuk fesyen, desain, dan ekonomi kreatif. Di sini kita juga memiliki ITPC Milan. Silakan produk-produk Jakarta dipamerkan dan diperkenalkan kepada pasar Italia serta Eropa,” ujar Dubes Junimart.
Keberadaan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Milan, yang didirikan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, diharapkan menjadi jembatan promosi dagang, investasi, dan produk kreatif Indonesia, termasuk produk unggulan dari Jakarta. Produk ekonomi kreatif Jakarta akan dipamerkan di Galeri ITPC Milan pada 1–30 Juni 2026, sebagai bagian dari rangkaian menuju HUT Ke-499 Kota Jakarta. Produk yang dipamerkan meliputi fesyen berbasis budaya Betawi seperti kebaya encim, batik Betawi, aksesori, produk kriya, elemen dekoratif bernuansa ondel-ondel, serta makanan ringan khas Betawi.
Mendorong Produk Lokal ke Pasar Global
Wagub Rano menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh produk lokal agar mampu tampil percaya diri di pasar internasional. Ekonomi kreatif Jakarta harus naik kelas menjadi bagian dari rantai nilai global. “Jakarta punya banyak produk kreatif yang bagus. Ada fesyen, kuliner, kriya, aksesori, sampai produk budaya Betawi yang memiliki karakter kuat. Tugas pemerintah adalah membuka jalan, mempertemukan pelaku kreatif dengan pasar yang lebih luas, dan memberi ruang agar produk lokal Jakarta bisa tampil di panggung dunia,” urainya.
Keterlibatan Jakarta dalam jejaring fesyen dan ekonomi kreatif global, baik melalui Paris Fashion Week, Milan Fashion Week, maupun promosi di ITPC Milan, merupakan bagian dari strategi besar menjadikan Jakarta sebagai kota global yang tidak tercerabut dari identitas budayanya. “Jakarta ingin menjadi kota global, tetapi tetap membawa jiwanya sendiri. Produk Betawi, karya anak muda Jakarta, dan kreativitas warga kota harus ikut melangkah ke panggung internasional. Inilah cara kita merayakan Jakarta: bukan hanya dengan seremoni, tetapi dengan membuka pintu dunia bagi karya warga Jakarta,” pungkas Wagub Rano.



