Pencurian oper Turis Thailand di Bromo Picu Kekhawatiran Pelaku Usaha Wisata
Pencurian Koper Turis Thailand di Bromo Buat Pelaku Usaha Cemas

Insiden Pencurian Koper Turis Thailand di Bromo Guncang Dunia Pariwisata

Aksi pencurian tujuh koper milik wisatawan asal Thailand di kawasan Gunung Bromo telah menimbulkan gelombang kekhawatiran di kalangan pelaku usaha wisata. Kejadian memalukan ini terjadi pada Minggu (15/2/2026) ketika mobil yang ditumpangi rombongan turis tersebut diparkir di Pendopo Pemberhentian Bus, Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Keresahan Pelaku Usaha Wisata

Andrey, salah satu pemilik agen perjalanan di Kawasan Bromo, menyatakan kekecewaannya yang mendalam atas insiden ini. Menurutnya, peristiwa tersebut tidak hanya merugikan wisatawan secara materiil, tetapi juga berpotensi merusak citra pariwisata Bromo di tingkat internasional.

"Dari pihak saya sangat disayangkan kalau citra wisata dirusak oleh oknum yang mengaku sebagai pelaku wisata, tapi kelakuannya justru mencuri barang milik tamu. Kejadian ini menjadi bukti nyata kurangnya kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata Bromo," tegas Andrey pada Rabu (18/2/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ia menambahkan bahwa untuk menjadi destinasi wisata yang profesional, seluruh pelaku termasuk sopir, agen, dan masyarakat lokal harus memiliki legalitas yang jelas serta mengutamakan pelayanan terbaik. "Bukan malah mencari kesempatan untuk mengambil barang milik tamunya. Ini sudah sangat parah ketika koper-koper wisatawan sampai dicuri," imbuhnya.

Andrey juga menekankan pentingnya penyelesaian tuntas kasus ini dengan penangkapan pelaku. "Kasus ini perlu diusut sampai tuntas, dan pelakunya wajib ditangkap. Jika terbukti ada permainan, oknum tersebut harus diproses hukum secara tegas," ujarnya.

Respons Serius Pemerintah Daerah

Insiden ini mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris atau yang akrab disapa Gus Haris, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas kejadian tersebut.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kehilangan barang yang dialami rombongan wisatawan Thailand di Bromo. Gunung Bromo adalah wajah pariwisata kita, dan setiap wisatawan adalah sahabat yang harus kita jaga bersama," kata Gus Haris pada Senin (16/2).

Ia mengajak seluruh masyarakat, pelaku wisata, aparat keamanan, dan stakeholder lainnya untuk memperkuat kebersamaan dalam menjaga keamanan destinasi wisata. "Pariwisata hanya akan berkembang jika wisatawan pulang dengan rasa aman, nyaman, dan cerita baik tentang Probolinggo. Kami ingin peristiwa ini menjadi momentum untuk memperbaiki sistem keamanan di Bromo dan destinasi unggulan lainnya," jelasnya.

Rincian Kerugian dan Investigasi Polisi

Akibat pencurian ini, korban mengalami kerugian materiil yang signifikan sebesar Rp 108.368.200. Barang-barang yang hilang meliputi berbagai tas dan koper berisi barang berharga seperti kamera Ricoh GR IV senilai Rp 26.550.209, iPhone 13 Pro, iPad Air 5, Redmi Note 15, peralatan makeup, pakaian, serta uang tunai Rp 3.251.046.

Kasus yang sempat viral di media sosial ini kini menjadi prioritas utama bagi kepolisian. Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, menegaskan komitmennya untuk mengungkap kasus ini. "Kami menjadikan kasus pencurian tujuh koper milik rombongan wisatawan Thailand sebagai atensi utama. Kami mohon doa dan dukungan semua pihak agar kasus ini segera terungkap," tegas Wahyudin Latif pada Selasa (17/2/2026).

Setelah menjalani pemeriksaan di SPKT hingga pukul 22.30 WIB, rombongan wisatawan Thailand tersebut melanjutkan perjalanan menuju Surabaya. Insiden ini menyoroti pentingnya peningkatan keamanan dan profesionalisme di sektor pariwisata Indonesia, khususnya di destinasi populer seperti Gunung Bromo.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga