Pemkot Surabaya Resmi Luncurkan Medical Tourism untuk Pasien Lokal dan Global
Pemkot Surabaya Luncurkan Medical Tourism

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara resmi meluncurkan program medical tourism atau wisata medis sebagai alternatif layanan kesehatan terintegrasi bagi masyarakat Indonesia. Program ini bertujuan mengurangi kebutuhan berobat ke luar negeri dengan menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi di dalam negeri.

Paket Layanan Komprehensif

Program ini menawarkan paket layanan lengkap yang mencakup konsultasi medis, penjemputan dari bandara, tindakan medis seperti medical check-up (MCU) atau operasi, hingga wisata pemulihan. Layanan ini terintegrasi dengan delapan rumah sakit di Surabaya yang telah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan bahwa peluncuran medical tourism merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Surabaya sebagai kota tujuan layanan kesehatan. Ia menegaskan bahwa fasilitas medis di Surabaya sudah mampu mengakomodasi berbagai jenis pengobatan yang selama ini banyak dicari masyarakat di luar negeri.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kolaborasi dengan Sektor Pariwisata

Eri menjelaskan bahwa konsep medical tourism di Surabaya tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga terintegrasi dengan sektor pariwisata melalui kerja sama dengan biro perjalanan. Skema ini memungkinkan pasien mendapatkan layanan mulai dari penjemputan di bandara, perawatan di rumah sakit, hingga akomodasi hotel dalam satu paket terpadu.

“Kita juga kolaborasi dengan biro perjalanan wisata. Sehingga kalau orang ingin berobat di medical tourism Surabaya, tinggal dia memilih, maka dia nanti akan dijemput dari bandara menuju ke rumah sakit,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4/2026).

Layanan Unggulan di Delapan Rumah Sakit

Delapan rumah sakit yang tergabung dalam program ini menawarkan layanan unggulan yang berbeda-beda, mulai dari kardiologi, terapi, hingga layanan kesehatan anak. Eri berharap semakin banyak rumah sakit di Surabaya yang memperoleh sertifikasi serupa agar pilihan layanan semakin beragam.

“Delapan rumah sakit punya layanan unggulan masing-masing. Ada jantung, ada yang terkait dengan terapi, ada yang terkait dengan anak, jadi punya unggulan masing-masing,” paparnya.

Beberapa rumah sakit tersebut antara lain RSUD Dr Mohamad Soewandhie, Rumah Sakit Husada Utama, Rumah Sakit Ubaya, Rumah Sakit Premier Surabaya, RSUD Dr Soetomo, Rumah Sakit Katolik St Vincentius a Paulo (RKZ) Surabaya, Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS UNAIR), dan Rumah Sakit Siloam. Layanan unggulan meliputi onkologi, penggantian sendi lutut (total knee replacement), bayi tabung, hemodialisa, radiologi, bedah saraf, imunoterapi, bedah jantung, rekonstruksi kraniofasial, hingga pengobatan tradisional dan komplementer.

Target Pasien dan Promosi

Eri menargetkan jumlah pasien medical tourism mencapai 500 hingga 1.000 orang dalam beberapa bulan pertama. Target ini dinilai realistis mengingat tingginya minat pasien dari Indonesia Timur dan luar negeri yang datang ke Surabaya. Untuk mendukung target tersebut, Pemkot Surabaya akan menggencarkan promosi melalui berbagai moda transportasi, seperti pesawat, kereta api, dan kapal laut, dengan menonjolkan keunggulan layanan medis dan dokter spesialis di masing-masing rumah sakit.

Biaya Lebih Terjangkau

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr Billy Daniel Messakh, menjelaskan bahwa biaya layanan medical tourism di Surabaya relatif lebih terjangkau dibandingkan Malaysia dan Singapura. Biaya tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya.

“Kalau dibandingkan dengan Malaysia atau Singapura, kita jauh lebih murah,” tambahnya. Billy memperkirakan biaya layanan di rumah sakit Surabaya hanya sekitar 75 persen dibandingkan biaya berobat di Malaysia atau Singapura, sehingga pasien bisa menghemat sekitar 25 persen.

Billy juga mencontohkan pengalaman penanganan pasien dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua, yang dilayani mulai dari penjemputan di Bandara Juanda menggunakan ambulans hingga perawatan di rumah sakit sampai sembuh.

Dengan peluncuran ini, Surabaya optimistis dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berobat di dalam negeri dan menjadi destinasi wisata medis unggulan di Indonesia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga