Pelindo Dukung Percepatan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan
Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo telah turut serta dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tahap pertama untuk pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyediakan solusi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, sekaligus menghasilkan energi listrik yang bersih dan berkelanjutan untuk mendukung transisi energi di Indonesia.
Penandatanganan PKS di Jakarta
Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, pada Selasa (21/4/2026). Acara ini merupakan langkah konkret dalam mempercepat implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan melalui Pengolahan Sampah menjadi Energi Terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan. Melalui regulasi ini, pemerintah berkomitmen untuk mengatasi masalah sampah perkotaan dengan pendekatan yang lebih modern dan efisien.
Lokasi Pembangunan di Benoa, Bali
Dalam program ini, Pelindo menyiapkan lahan di area Benoa, Bali, sebagai lokasi pembangunan fasilitas PSEL. Kolaborasi ini melibatkan sinergi antara Pelindo, Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Kota Denpasar. Penyediaan lahan HPL Pelindo di Benoa diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek dan memberikan kontribusi nyata terhadap pengelolaan sampah di wilayah tersebut.
Komitmen Pelindo untuk Keberlanjutan
Wakil Direktur Utama Pelindo, Drajat Sulistyo, menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam proyek PSEL ini merupakan bagian dari komitmen Pelindo dalam mendukung agenda keberlanjutan nasional. "Pelindo berkomitmen untuk mendukung penuh program pemerintah dalam penanganan sampah melalui pengembangan PSEL. Kami turut menyiapkan lahan HPL Pelindo di area Benoa sebagai bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan," ujar Drajat dalam keterangan tertulis pada Rabu (22/4/2026).
Drajat menekankan bahwa langkah ini juga bertujuan untuk memperkuat peran pelabuhan sebagai ekosistem logistik yang ramah lingkungan, sejalan dengan visi perusahaan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Manfaat Jangka Panjang PSEL
Melalui kolaborasi lintas sektor antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pemerintah daerah, pembangunan PSEL diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi volume sampah perkotaan. Selain itu, proyek ini juga diarahkan untuk mendukung transisi menuju energi bersih di Indonesia, dengan memanfaatkan sampah sebagai sumber energi terbarukan yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Dengan adanya fasilitas PSEL, diharapkan dapat tercapai beberapa manfaat, antara lain:
- Pengurangan signifikan dalam volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.
- Produksi energi listrik yang bersih dan ramah lingkungan.
- Peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui lingkungan yang lebih sehat.
- Dukungan terhadap target pemerintah dalam pengelolaan sampah dan energi terbarukan.
Proyek ini merupakan contoh nyata bagaimana sinergi antara sektor publik dan swasta dapat menciptakan inovasi dalam mengatasi tantangan lingkungan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.



