Ramainya Kampung Padel di Tangerang Beri Harapan Baru bagi Pedagang Lokal
Kehadiran area olahraga yang dijuluki 'Kampung Padel' di Jalan Raya Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, telah mengubah suasana lingkungan sekitar menjadi lebih hidup dan ramai. Fenomena ini membawa angin segar bagi para pedagang kecil yang beroperasi di sekitarnya, meskipun dampak ekonomi langsungnya masih perlu waktu untuk dirasakan secara maksimal.
Suasana Ramai, Namun Penjualan Belum Signifikan
Nurjaman, seorang pedagang es kelapa muda yang lapaknya berada tepat di depan dua lapangan padel, mengakui bahwa suasana di jalan tersebut memang menjadi lebih ramai sejak adanya fasilitas olahraga ini. Namun, dia menyatakan bahwa peningkatan tersebut belum secara signifikan berdampak pada penjualannya.
"Emang ada perubahan sih ada gitu, cuma nggak terlalu sih," ujar Nurjaman kepada wartawan pada Selasa (24/2/2026).
Meskipun lokasinya strategis, Nurjaman mengaku bahwa belum banyak pemain padel yang membeli produknya. "Ya, kadang-kadang ada sih. Kadang-kadang ya," tambahnya dengan harapan yang masih tertahan.
Dukungan terhadap Pemberdayaan Warga
Di balik harapan ekonomi, Nurjaman justru melihat sisi positif lain dari kehadiran Kampung Padel ini. Dia mengamati bahwa banyak warga sekitar yang sebelumnya menganggur kini mendapatkan pekerjaan baru berkat menjamurnya lapangan padel tersebut.
"Kalau daerah sini sih nggak (terganggu) sih kayaknya ya, nggak terlalu ini gitu. Justru warganya tuh malah kayak mendukung gitu kalau daerah sini. Soalnya kan orang-orang sininya bisa pada kerja gitu, yang tadinya pada nganggur kan," jelasnya dengan nada optimis.
Harapan Kecipratan Rezeki dari Pedagang Lain
Pedagang jus bernama Iyeng juga menyuarakan harapan serupa. Dia berharap bisa ikut menikmati rezeki dari ramainya aktivitas di Kampung Padel, meskipun saat ini dagangannya belum menunjukkan peningkatan yang berarti.
"Pengennya mah pada jajan sih, beli es. Iya bisa kecipratan rezekilah," ungkap Iyeng penuh harap.
Iyeng menceritakan bahwa baru beberapa orang saja yang membeli dagangannya usai bermain padel. Menurutnya, lapangan padel baru mulai ramai sejak dua bulan terakhir, sehingga masih ada waktu bagi para pedagang untuk menyesuaikan dan memanfaatkan peluang yang ada.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Namun, tidak semua pedagang merasakan dampak positif yang sama. Nikmah, pemilik warung kopi yang berlokasi tepat di belakang salah satu lapangan padel, mengeluhkan bahwa warungnya tetap sepi meskipun suasana sekitar ramai.
"Rame (suasananya) sih, lumayan, rame. Tapi warung saya mah sepi," kata Nikmah dengan sedikit kekecewaan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun Kampung Padel telah menciptakan geliat aktivitas baru, distribusi manfaat ekonominya belum merata ke semua pelaku usaha di sekitarnya.
Keberadaan Kampung Padel di Tangerang ini menjadi contoh nyata bagaimana perkembangan fasilitas olahraga dapat mempengaruhi dinamika ekonomi lokal. Para pedagang tetap optimis menanti kecipratan rezeki, sambil beradaptasi dengan perubahan yang dibawa oleh geliat olahraga padel yang semakin populer di masyarakat.