Melawat ke Aljazair, Negeri Sejuta Syahid di Utara Afrika
Melawat ke Aljazair, Negeri Sejuta Syahid di Afrika

Aljazair, yang juga dikenal sebagai Algeria, menyandang julukan 'Negeri Sejuta Syahid' sebagai penghormatan bagi para pahlawan yang gugur dalam perjuangan merebut kemerdekaan dari penjajahan Prancis. Negara yang terletak di utara Afrika ini merupakan negara terbesar di benua Afrika dengan luas wilayah mencapai 2.381.741 kilometer persegi. Sekitar 80 persen wilayahnya didominasi oleh gurun Sahara yang membentang luas.

Sejarah dan Kemerdekaan

Julukan 'Negeri Sejuta Syahid' menjadi bukti perjuangan panjang Aljazair lepas dari tirani kolonial Prancis yang berlangsung selama 132 tahun, terhitung sejak tahun 1830 hingga 1962. Makna syahid diberikan untuk menghormati mereka yang gugur dalam membela agama dan tanah air demi kemerdekaan. Setelah merdeka pada 5 Juli 1962, Aljazair kini berdiri sebagai negara semi-presidensial.

Perjalanan ke Aljazair

detikcom berkesempatan mengunjungi Aljazair dalam rangka peliputan 25th International Tourism and Travel Fair atau Salon International du Tourisme et des Voyages (SITEV). Undangan langsung diberikan oleh Algeria Ministry of Tourism and Handicrafts, dan detikcom menjadi satu-satunya media dari Indonesia yang berpartisipasi bersama media dari negara lain.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Perjalanan dari Indonesia ke Aljazair memakan waktu sekitar 15 jam penerbangan, melalui tiga bandara dan melewati tiga zona waktu berbeda. Rute perjalanan dimulai dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa pukul 21.00 WIB, transit di Bandara Internasional Istanbul, Turki, dan akhirnya tiba di Bandara Internasional Aljir pada Rabu pukul 10.00 waktu setempat.

Proses imigrasi di bandara Aljir berlangsung sekitar 15 menit dengan bantuan pihak KBRI di Aljazair. Petugas memeriksa paspor, visa, perizinan peliputan, serta rangkaian kegiatan selama sepekan ke depan.

Kesan Pertama di Kota Aljir

Sesampainya di Kota Aljir, suhu terasa hangat dan ruas jalan tampak lengang, kecuali pada waktu makan siang. Gaya bangunan di Aljazair mencerminkan perpaduan antara warisan Islam, kolonial Prancis, dan sentuhan modern. Di penginapan, para tamu disuguhi hidangan khas Aljazair seperti couscous, chorba frik, dan bourek.

Rangkaian Kegiatan SITEV

Selama kegiatan, media dari berbagai negara, termasuk detikcom, akan menjelajahi destinasi wisata di lima kota di Aljazair: Kota Aljir, Oran, Tlemcen, Annaba, dan Tipaza. Menurut situs Kedutaan Aljazair, SITEV merupakan pertemuan ekonomi tahunan utama yang mempertemukan pemangku kepentingan pariwisata tingkat nasional, regional, dan internasional. Acara ini menyediakan platform pertukaran bagi instansi, institusi, profesional, dan pakar untuk berbagi pengalaman, keahlian, teknik modern, serta mempromosikan layanan komersial pariwisata.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga