Jateng Undang Investor Global untuk Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Jateng Undang Investor Global Dongkrak Pariwisata & Ekonomi Kreatif

Jawa Tengah Buka Peluang Investasi di Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, secara resmi mengundang investor dari berbagai negara untuk menanamkan modal di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif provinsi tersebut. Ajakan strategis ini disampaikan dalam ajang bergengsi 'Jateng Travel Fair, Tourism and Creative Economy Investor Gathering 2025' yang digelar di Solo Paragon Hotel & Mall, Surakarta.

Forum Internasional yang Menghadirkan Banyak Pihak

Kegiatan yang berlangsung hari ini turut dihadiri oleh perwakilan kedutaan besar dari negara-negara sahabat, termasuk Pakistan, Arab Saudi, Jepang, dan China. Forum ini berhasil menarik partisipasi aktif dari para investor yang bergerak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, menciptakan ruang dialog yang konstruktif.

Taj Yasin menegaskan bahwa Jawa Tengah memiliki beragam destinasi wisata yang sangat layak untuk dikembangkan lebih lanjut. Potensi tersebut mencakup:

  • Wisata alam yang memukau
  • Situs sejarah dan budaya yang kaya
  • Produk-produk unggulan dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Dampak Positif bagi Pertumbuhan Ekonomi

Dengan dibukanya peluang investasi bagi berbagai pihak, diharapkan geliat ekonomi di wilayah ini akan semakin meningkat secara signifikan. "Jawa Tengah termasuk provinsi yang ditargetkan untuk memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Taj Yasin.

Ia juga mendorong para investor untuk mempertimbangkan sektor-sektor lain di provinsi ini. Alasannya, Jateng dinilai sebagai wilayah yang aman dan menguntungkan untuk berinvestasi, didukung oleh:

  1. Banyaknya kawasan industri yang tersedia
  2. Proses perizinan yang dipermudah oleh pemerintah
  3. Tenaga kerja yang kompetitif dan berkualitas

Pariwisata sebagai Penggerak Ekonomi Utama

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Muhamad Masrofi, menegaskan bahwa sektor pariwisata masih menjadi salah satu penggerak utama dalam menjalankan roda perekonomian daerah. Data statistik menunjukkan kinerja yang menggembirakan:

  • Sepanjang tahun 2024, tercatat sekitar 68,8 juta kunjungan wisatawan nusantara dan 593 ribu wisatawan mancanegara.
  • Pada periode Januari hingga Agustus 2025, angka tersebut telah mencapai 43,1 juta wisatawan nusantara dan 441 ribu wisatawan mancanegara.

"Tahun 2025 ditargetkan mencapai 71 juta wisatawan nusantara dan 600 ribuan wisatawan mancanegara," jelas Muhamad Masrofi dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (24/10/2025).

Strategi Pengembangan yang Komprehensif

Ia menjelaskan bahwa upaya pengembangan dilakukan melalui beberapa pendekatan strategis, yaitu:

  1. Memperpanjang masa tinggal wisatawan di berbagai destinasi
  2. Memperkuat destinasi unggulan dan desa wisata berbasis budaya
  3. Mendorong investasi dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan di tingkat nasional dan internasional

Kegiatan Jateng Travel Fair 2025 ini berhasil mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, dan mitra untuk memperluas pasar serta memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai destinasi pariwisata unggulan. Forum tersebut juga menjadi ajang promosi potensi wisata, fasilitasi bisnis, peningkatan transaksi, dan penawaran investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.