InJourney Airports Siapkan 37 Bandara Sambut Arus Mudik Lebaran 2026
InJourney Siapkan 37 Bandara untuk Mudik Lebaran 2026

InJourney Airports Pastikan Kesiapan 37 Bandara Sambut Momen Mudik Lebaran 2026

Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, bersama PT Angkasa Pura Indonesia yang dikenal sebagai InJourney Airports, telah mengonfirmasi kesiapan penuh operasional dan layanan di 37 bandara yang dikelolanya. Persiapan ini dilakukan untuk menyambut periode angkutan Lebaran 2026 yang akan berlangsung dari tanggal 13 hingga 30 Maret 2026.

Proyeksi Kenaikan Trafik Penumpang dan Penerbangan

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyatakan bahwa momen libur Lebaran tahun ini diprediksi menjadi periode dengan lalu lintas tertinggi di seluruh lini bisnis perusahaan. "Kami melihat pergerakan yang sangat positif, terutama dari pasar domestik yang menjadi fokus utama tahun ini," ujar Maya dalam keterangan tertulis pada Kamis (12/3/2026). Ia berharap momentum ini dapat berjalan lancar dan sekaligus mendorong pertumbuhan kinerja di seluruh ekosistem InJourney.

Sementara itu, Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, mengungkapkan proyeksi jumlah pergerakan penumpang pesawat secara kumulatif di seluruh bandara yang dikelola. Pada angkutan Lebaran 2026, diperkirakan akan mencapai 9,03 juta penumpang, yang menandakan kenaikan sekitar 2% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025. Untuk pergerakan pesawat, diproyeksikan naik 3,24% menjadi 63.553 penerbangan, dari sebelumnya 61.556 penerbangan.

Bandara Tersibuk dan Langkah Operasional

Di antara bandara-bandara tersebut, dua yang paling sibuk adalah Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang dengan perkiraan 3,01 juta penumpang dan Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali sebanyak 1,13 juta penumpang. Lima bandara tersibuk lainnya meliputi Juanda Surabaya, Sultan Hasanuddin Makassar, dan Kualanamu Deli Serdang.

Untuk memastikan kelancaran operasional dan pelayanan selama puncak musim mudik, InJourney Airports akan membuka Posko Terpadu Monitoring Data dari tanggal 13 hingga 30 Maret 2026. Posko ini akan aktif selama 18 hari dengan tujuan meningkatkan kewaspadaan dan memudahkan koordinasi antar pemangku kepentingan bandara. "Posko ini akan mengolah data dan laporan untuk menjadi dasar dalam mengambil kebijakan, memastikan kelancaran operasional bandara, serta kelancaran penerbangan," jelas Mohammad R. Pahlevi.

Fokus pada Customer Experience dan Program Aktivasi

Maya Watono menekankan bahwa InJourney menempatkan pengalaman pelanggan sebagai prioritas utama di setiap titik layanan, termasuk bandara, ritel, hotel, dan destinasi. Langkah-langkah yang diambil meliputi pengoperasian bandara 24 jam, penambahan personel selama periode puncak, serta penguatan layanan di hotel dan destinasi dengan dukungan tenaga tambahan.

Di sisi lain, bandara-bandara di bawah InJourney Airports juga menyiapkan berbagai program aktivasi untuk meningkatkan kenyamanan penumpang dan pengunjung. Program tersebut antara lain:

  • Parade bedug khas Ramadan
  • Live music bernuansa Ramadan
  • Pembagian takjil dan hampers Lebaran
  • Pemberian makanan ringan sebagai respons terhadap keterlambatan penerbangan atau penanganan bagasi

Wakil Direktur Utama InJourney Airports, Achmad Syahir, menambahkan bahwa bandara juga menyiapkan desain tematik untuk menghadirkan nuansa Ramadan yang hangat. "Kami berharap perjalanan mudik tahun ini dapat lebih berkesan," ujarnya. Sebagai contoh, Bandara Soekarno-Hatta menghadirkan instalasi kubah berukuran 9 x 9 meter di Terminal 3, yang memadukan motif batik dan arsitektur Timur Tengah.

Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik

Pihak InJourney Airports memprediksi bahwa puncak arus mudik Lebaran akan terjadi pada tanggal 18 Maret 2026, sementara arus balik diperkirakan memuncak pada tanggal 28 Maret 2026. Dengan persiapan yang menyeluruh ini, perusahaan berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, terintegrasi, dan berkesan bagi seluruh pemudik.