Glodok Ramai Jelang Imlek, Pedagang Senyum Lebar Raih Untung Ratusan Ribu
Menjelang perayaan Tahun Baru China atau Imlek 2026, denyut kehidupan di kawasan pecinan Glodok, Jakarta Barat, terasa semakin riuh dan semarak. Sejak pagi hingga malam hari, lorong-lorong pasar dipadati oleh warga, terutama masyarakat keturunan Tionghoa, yang berburu berbagai kebutuhan untuk merayakan hari raya bersama keluarga di rumah. Glodok kembali menjadi magnet utama dengan dominasi warna merah dan emas di lapak-lapak pedagang musiman yang menjajakan pernak-pernik khas Imlek Tahun Kuda Api.
Lampion bergelantungan di mana-mana, angpao tersusun rapi, dan hiasan shio kuda terpajang di hampir setiap sudut. Bagi para pedagang, momen Imlek ini selalu membawa harapan dan rezeki yang melimpah. Rahman, salah satu pedagang musiman di kawasan tersebut, mengaku bisa meraup penghasilan hingga ratusan ribu rupiah per hari. Ia menjual beragam hiasan, mulai dari lampion, angpao, hiasan meja berupa kucing melambai, hingga tempelan dinding bergambar shio kuda.
"Kalau ramai, lumayan. Sehari bisa ratusan ribu," ujar Rahman sambil melayani pembeli pada Minggu, 15 Februari 2026. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, menyesuaikan desain dan kualitas bahan. Berikut adalah daftar harga beberapa barang yang dijual:
- Angpao dalam kemasan isi enam lembar: Rp10.000 hingga Rp45.000
- Lampion kertas tanpa baterai: Rp20.000 hingga Rp35.000
- Hiasan kucing mini dengan tangan bergerak: Rp45.000 per buah
- Lampion gantung ukuran sedang dengan lampu dan baterai: sekitar Rp50.000
- Lampion akrilik dengan kabel panjang: Rp150.000 hingga Rp250.000
Pedagang lain, Samuel, juga merasakan hal serupa. Ia mengaku bahwa pasar non permanen yang beroperasi sejak awal Januari hingga 16 Februari ini sangat membantu perekonomian keluarganya. Menjelang Imlek, penghasilannya bahkan nyaris menyentuh satu juta rupiah per hari. "Iya, hampir sejuta," katanya singkat. Samuel menjual berbagai hiasan khas Imlek, seperti angpao, lampion, dan dekorasi pintu.
Harga angpao standar dengan tulisan Mandarin berwarna merah dan emas dijual Rp15.000 per pak isi enam. Namun, untuk edisi khusus shio kuda, ia mematok harga lebih tinggi, yakni Rp10.000 per lembar. Sementara itu, hiasan pintu dengan tali merah dijual mulai Rp15.000 untuk desain sederhana, dan model dengan tambahan aksesori keramik bisa mencapai Rp65.000.
Tips Berbelanja Aman di Glodok
Bagi pengunjung yang ingin berbelanja di Glodok, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Kawasan ini cenderung sangat padat menjelang Imlek, sehingga disarankan untuk menyimpan dompet, ponsel, dan barang berharga lainnya dengan aman untuk menghindari copet. Menawar harga juga menjadi kunci penting, karena masih terbuka peluang untuk mendapatkan harga yang lebih bersahabat.
Pengunjung juga disarankan menggunakan transportasi umum seperti Transjakarta, taksi, atau ojek. Kepadatan lalu lintas dan keterbatasan lahan parkir membuat membawa kendaraan pribadi kurang praktis dan bisa menambah kemacetan.
Sebagai informasi, pemerintah telah menetapkan libur bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili pada Selasa, 17 Februari 2026. Ketentuan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang melibatkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri PANRB, serta Menteri Ketenagakerjaan.
Di tengah hiruk pikuk Glodok, Imlek bukan sekadar perayaan tradisi, tetapi juga momentum yang menggerakkan roda ekonomi. Momen ini mempertemukan harapan, rezeki, dan kebahagiaan bagi banyak orang, terutama para pedagang yang mengandalkan perayaan ini untuk meningkatkan penghasilan mereka. Dengan senyum lebar, mereka menyambut pembeli sambil berharap tahun baru membawa keberuntungan lebih besar.



