Gempa bumi dengan kekuatan signifikan telah terjadi di wilayah Jawa Barat pada hari Jumat (13/3/2026) dini hari. Peristiwa alam ini menimbulkan getaran yang cukup kuat dan dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah sekitar.
Detail Pusat Gempa dan Kekuatan
Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tercatat memiliki magnitudo 5,4. Pusat gempa terletak di laut, tepatnya sekitar 115 kilometer di sebelah barat daya Kota Sukabumi. Kedalaman hiposenter gempa mencapai 43 kilometer di bawah permukaan laut, yang menunjukkan bahwa gempa ini bersifat dangkal dan dapat dirasakan dengan cukup jelas di permukaan.
Waktu Kejadian dan Wilayah Terdampak
Gempa mengguncang pada pukul 02.18 WIB, saat sebagian besar penduduk masih tertidur. Getaran tersebut tidak hanya terbatas di Sukabumi, tetapi juga menyebar ke sejumlah daerah sekitarnya. BMKG telah memetakan wilayah-wilayah yang merasakan gempa dengan tingkat intensitas yang bervariasi.
Intensitas Getaran Menurut Skala MMI
Intensitas gempa diukur menggunakan Skala Modified Mercalli Intensity (MMI), yang menggambarkan seberapa kuat getaran dirasakan oleh manusia dan dampaknya terhadap bangunan. Untuk gempa ini, dilaporkan bahwa di beberapa wilayah, intensitas mencapai level IV MMI. Pada tingkat ini, getaran dirasakan oleh banyak orang yang berada di dalam rumah. Mereka mungkin merasakan goncangan yang cukup signifikan, meskipun umumnya tidak menyebabkan kerusakan struktural yang parah pada bangunan yang kokoh.
Wilayah-wilayah lain yang lebih jauh dari pusat gempa mungkin mengalami intensitas yang lebih rendah, seperti III MMI atau II MMI, di mana getaran hanya dirasakan oleh beberapa orang atau sangat ringan. Namun, laporan resmi dari BMKG menekankan bahwa gempa ini terutama berdampak pada area dengan intensitas IV MMI, menunjukkan bahwa getaran cukup kuat untuk membangunkan orang dari tidur dan menimbulkan kekhawatiran sesaat.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan material yang serius akibat gempa ini. BMKG terus memantau aktivitas seismik di wilayah tersebut dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta mengikuti informasi terbaru dari sumber resmi. Gempa bumi di daerah ini bukanlah hal yang aneh, mengingat lokasinya yang dekat dengan zona subduksi lempeng tektonik, sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan bencana selalu diperlukan.
