Fadli Zon Dorong Benteng Marlborough Jadi Pusat Edukasi dan Wisata Sejarah di Bengkulu
Fadli Zon Dorong Benteng Marlborough Jadi Pusat Edukasi-Wisata

Fadli Zon Dorong Benteng Marlborough Jadi Pusat Edukasi dan Wisata Sejarah di Bengkulu

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, melakukan kunjungan kerja langsung ke Provinsi Bengkulu untuk meninjau kondisi Benteng Marlborough. Kunjungan ini tidak hanya bertujuan melihat aset cagar budaya nasional, tetapi juga mendorong optimalisasi pemanfaatannya sebagai pusat edukasi, kebudayaan, dan destinasi wisata sejarah yang lebih maksimal.

Potensi Besar sebagai Pusat Kebudayaan Strategis

Dalam peninjauannya, Fadli mengapresiasi kondisi Benteng Marlborough yang terawat dengan baik serta nilai historisnya yang tinggi. Ia menilai benteng ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat kebudayaan yang strategis, berfungsi sebagai ruang edukasi, penguatan identitas sejarah, dan penggerak ekosistem pariwisata budaya di Bengkulu.

"Kondisi benteng ini masih sangat terawat dan memiliki pemandangan yang sangat indah menghadap ke laut. Dengan berbagai peristiwa sejarah penting yang dimilikinya, kawasan ini sangat potensial dimanfaatkan sebagai pusat edukasi, pusat budaya, serta ruang aktivasi untuk pameran seni rupa, seni pertunjukan, dan berbagai kegiatan kreatif lainnya," ujar Fadli dalam keterangan tertulis, Kamis (26/2/2026).

Posisi Strategis Bengkulu dalam Sejarah Kolonial

Fadli menjelaskan bahwa Bengkulu memiliki posisi strategis dalam sejarah, terutama pada masa kolonial Inggris dan Belanda. Wilayah ini pernah menjadi pusat pemerintahan Inggris sebelum kemudian berada di bawah kekuasaan Belanda hingga tahun 1940.

Dinamika sejarah tersebut, termasuk peristiwa pertukaran wilayah antara Inggris dan Belanda yang melibatkan Bengkulu, Singapura, dan Melaka, menjadi modal penting untuk memperkuat narasi wisata sejarah dan budaya di daerah ini.

Dorongan untuk Festival Budaya dan Promosi Masif

Dalam konteks pengembangan pariwisata budaya, Fadli juga mendorong penyelenggaraan kegiatan dan festival budaya yang lebih banyak dengan melibatkan generasi muda. Ia menilai dengan dukungan konektivitas transportasi yang semakin baik serta promosi yang konsisten, Bengkulu memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai salah satu destinasi unggulan wisata sejarah dan budaya nasional.

"Tak hanya event, diperlukan juga promosi yang masif dan terukur guna mempromosikan kekayaan budaya Bengkulu. Dengan begitu, akan semakin banyak masyarakat yang datang ke sini," tambahnya.

Kebudayaan sebagai Fondasi Pembangunan Berkelanjutan

Selain itu, Fadli menegaskan pentingnya menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Menurutnya, sektor budaya mampu melahirkan ekosistem ekonomi baru melalui pengembangan ekonomi dan industri budaya, sekaligus membuka ruang lahirnya talenta-talenta kreatif Bengkulu di berbagai bidang, seperti:

  • Seni pertunjukan
  • Musik
  • Film
  • Sastra
  • Seni rupa

Profil Benteng Marlborough

Benteng Marlborough merupakan benteng peninggalan kolonial Inggris yang berlokasi di Kota Bengkulu. Benteng ini dibangun pada kurun waktu 1714-1719 oleh East India Company di bawah kepemimpinan Joseph Collett.

Saat ini, pengelolaan Benteng Marlborough berada di bawah Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan. Dengan kondisi yang terawat baik, benteng ini berfungsi sebagai:

  1. Pusat edukasi
  2. Destinasi wisata sejarah
  3. Ruang penyelenggaraan berbagai aktivitas dan kegiatan kebudayaan

Melalui kunjungan ini, Benteng Marlborough diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai pusat kebudayaan yang dinamis, inklusif, dan produktif, sekaligus menjadi penggerak ekosistem budaya dan pariwisata sejarah di Bengkulu. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya daerah, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis warisan budaya.

Pada kunjungan ini, turut hadir mendampingi Fadli, di antaranya:

  • Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan
  • Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda
  • Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII Bengkulu, Iskandar Mulia Siregar