CFD Depok Jadi Ajang Edukasi Reptil, Ular dan Iguana Ramaikan Jalan Margonda
Car Free Day (CFD) di Depok kembali menghadirkan suasana berbeda yang memikat warga. Tidak sekadar menjadi ruang olahraga dan rekreasi keluarga, acara mingguan ini berubah menjadi ajang edukasi hidup ketika sejumlah pecinta hewan membawa serta peliharaan eksotis mereka ke jalan utama kota.
Antusiasme Warga di Tengah Keramaian
Pantauan di kawasan Jalan Margonda Raya, Minggu (15/2/2026) pagi, menunjukkan antusiasme luar biasa warga Depok. Jalan yang biasanya dipadati kendaraan bermotor berubah total menjadi ruang publik yang hidup dengan berbagai aktivitas. Dari ujung Jalan Dahlia hingga lampu merah Juanda, terlihat anak-anak, orang tua, dan komunitas pecinta hewan berbaur menikmati suasana.
Yang menarik perhatian adalah kehadiran reptil seperti ular piton dan iguana yang menjadi magnet tersendiri. Banyak pengunjung, terutama anak-anak, terlihat penasaran dan berani mendekat untuk berinteraksi langsung dengan hewan-hewan tersebut di bawah pengawasan ketat pemiliknya.
Lala dan Tiga Ular Pitonnya
Salah satu pemilik reptil yang menarik perhatian adalah Lala, yang datang bersama anaknya dengan membawa tiga ekor ular piton peliharaan. Ular-ular dengan warna dan corak berbeda tersebut sengaja digendong dan dibiarkan melilit di tubuhnya, menciptakan pemandangan unik di tengah kerumunan CFD.
"Alhamdulillah enggak ada, dari rawat sejak kecil gak pernah digigit, ini salah satu binatang yang paling bersih," ujar Lala dengan percaya diri. "Awalnya hobby, Alhamdulillah bisa menghasilkan cuan juga disini, rawat nya kurang lebih udah 4 tahun."
Lala menjelaskan bahwa ular piton miliknya bernama Dewi dan diberi pakan daging ayam, bukan tikus seperti yang sering dibayangkan orang. Untuk berfoto bersama ularnya, pengunjung dikenakan tarif Rp10.000 yang digunakan untuk biaya perawatan hewan.
Iguana dan Satwa Endemik Indonesia
Tak jauh dari spot ular, hewan seperti iguana juga menjadi pusat perhatian. Anak-anak tampak antusias bahkan berani menggendong reptil berwarna mencolok tersebut. Rachel, anak perempuan berusia 6 tahun, mengaku merasakan sensasi berbeda saat pertama kali memegang iguana.
"Berat banget Iguana nya, geli gitu dibagian duri-duri badan nya," ujarnya sambil tetap memegang iguana jenis Red Albino.
Doni (30), pemilik iguana, menjelaskan bahwa ia membawa berbagai jenis iguana termasuk Red Albino, Red, Albino biasa, dan Green Baby. Selain itu, ia juga memperkenalkan satwa endemik Indonesia kepada pengunjung.
"Ini juga ada satu lagi jenis namanya Soa Layar, ini hewan endemik asli Indonesia dari Sulawesi," kata Doni. "Bagus banget responnya, masyarakat antusias karena jarang-jarang melihat hewan seperti ini."
Tantangan Merawat Reptil
Doni mengungkapkan tantangan dalam merawat reptil, terutama karena jumlahnya yang cukup banyak. "Suka dukanya sih paling ya repotnya karena banyak, jadi kita harus satu-satu merawatnya," ujarnya.
Menurut Doni, iguana merupakan hewan yang perlu sering berinteraksi agar tetap jinak. "Emang harus di handle satu-satu nggak bisa langsung semua, karena dia tipikal hewan yang manja. Kalau nggak sering dipegang dia malah jadi galak."
Perawatan harian juga menjadi perhatian khusus. "Jadi yang bikin agak repot juga itu kotorannya, kalau kukunya itu juga agak bau, makanya harus saya sering bersihkan sama dijemur setiap hari," jelas Doni.
Edukasi dan Keamanan
Kedua pemilik reptil menekankan bahwa hewan yang dibawa ke CFD Depok sudah dipelihara sejak kecil sehingga relatif jinak dan aman untuk interaksi terbatas. Doni menjelaskan proses penjinakan yang idealnya dilakukan sejak usia dini.
"Menjinakkannya sih sebenarnya dari baby ya, sering kita ngasih makan sambil dipegang, dia bakal jinak sendiri," urainya. "Ini yang kita bawa di CFD udah dari kecil, karena dia udah nggak ada defense lagi sama kita."
Meski terlihat agresif, Doni menegaskan bahwa soa layar tidak memiliki bisa atau racun. "Gigit pun Soa Layar nggak ada bisa, dia cuma gigit ngelukain buat perlindungan dirinya aja."
Respon Positif Masyarakat
Kehadiran reptil di CFD Depok mendapat sambutan positif dari pengunjung. Fitri (36), warga Depok yang datang bersama putrinya Nada (8), mengaku rutin mengikuti CFD dan merasa nyaman dengan kehadiran hewan-hewan tersebut.
"Sering kesini, asli orang Depok saya, dia (anaknya) udah biasa sih, emang suka dia sama hewan," ujar Fitri. Putrinya pun dengan berani mencoba menggendong ular piton yang melilit di tubuh mungilnya.
Melalui CFD Depok, warga tidak hanya mendapatkan ruang untuk berolahraga dan berekreasi, tetapi juga kesempatan berharga untuk mengenal lebih dekat berbagai jenis satwa, khususnya reptil, secara langsung di ruang publik. Pengalaman unik ini menambah warna dalam kegiatan Car Free Day yang sudah menjadi tradisi mingguan masyarakat Depok.



