Banten Siap Sambut Libur Nataru dengan Infrastruktur Transportasi yang Makin Mapan
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa daerahnya semakin siap menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ia menyoroti kesiapan infrastruktur dan akses transportasi sebagai kunci utama dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke provinsi tersebut.
"Alhamdulillah sekarang kondisi infrastruktur Provinsi Banten yang menjadi kewenangan pemerintah Provinsi itu kondisinya 98% dalam kondisi mantap infrastrukturnya," ujar Andra dalam wawancara dengan detikSore pada Jumat (21/11/2025). Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kelancaran mobilitas selama periode liburan yang padat.
Akses Menuju Destinasi Wisata Semakin Mudah
Andra menambahkan bahwa akses menuju berbagai destinasi wisata di Banten kini jauh lebih mudah dibandingkan dengan masa sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa jalur alternatif ke kawasan wisata kini tersedia secara luas, memberikan fleksibilitas bagi pengunjung.
"Jadi kalau dulu orang, untuk masuk ke Anyer itu hanya satu jalur melalui Cilegon. Sekarang kita juga bisa melalui Kabupaten Serang, jadi ada jalur alternatif," jelasnya. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan efisiensi perjalanan.
Selain itu, moda transportasi lain terus diperkuat untuk mendukung mobilitas wisatawan saat Nataru. "Dan bisa pakai kereta juga walaupun double track-nya baru sampai Rangkasbitung," tuturnya. Pengembangan sistem kereta api ini menjadi bagian dari upaya menyediakan pilihan transportasi yang beragam.
Ajakan untuk Masyarakat dengan Waktu Liburan Terbatas
Andra mengajak masyarakat yang memiliki waktu liburan terbatas agar mempertimbangkan Banten sebagai destinasi, karena aksesnya semakin efisien. Ia menilai bahwa kemacetan sering menjadi alasan kuat bagi masyarakat dalam memilih lokasi liburan yang lebih dekat dan mudah dijangkau.
"Nah kemudian ada nanti Serang Panimbang. Nah Serang Panimbang itu untuk menjangkau wilayah Rangkas, Malimping," kata Andra, menyoroti pembangunan tol dan rencana penyelesaian jalur strategis yang akan membuka akses baru ke daerah-daerah tersebut.
Pengembangan Destinasi dan Transportasi Udara
Gubernur juga mengumumkan bahwa nantinya akan diresmikan Pulau Lima, yang merupakan pusat kerajaan Kesultanan Banten. Ia memastikan bahwa akses menuju Pulau Lima semakin cepat dan mudah, dengan pernyataan "Dari Karangantu cuma beberapa menit." Hal ini diharapkan dapat menarik minat wisatawan yang tertarik pada sejarah dan budaya.
Selain jalur darat dan laut, Pemerintah Provinsi Banten membuka peluang investasi untuk moda transportasi udara jarak pendek. "Makanya kita nanti juga akan ada pengembangan. Salah satunya adalah Transportasi menggunakan pesawat-pesawat kecil," kata Andra.
Ia menjelaskan konsep pendaratan pesawat kecil yang akan langsung menyasar kawasan wisata, seperti Tanjung Lesung. "Karena untuk nyampe ke Tanjung Lesung, cukup beberapa menit mereka bisa mendarat di laut," tuturnya. Inovasi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman wisata yang unik dan efisien.
Kesiapan Menghadapi Lonjakan Wisatawan
Menurut Andra, kesiapan infrastruktur yang semakin matang akan menjadi modal kuat dalam menghadapi lonjakan wisatawan selama Nataru. Pemerintah memastikan bahwa semua moda transportasi, termasuk darat, laut, dan udara, dapat berjalan lebih optimal untuk mendukung kegiatan pariwisata.
Dengan berbagai pembaruan dan pengembangan yang dilakukan, Banten berharap dapat menjadi destinasi liburan yang menarik dan mudah diakses bagi masyarakat, terutama di tengah tantangan kemacetan dan waktu terbatas. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendukung perekonomian daerah.