Ramadhan Fest Bogor: Antrean Panjang Warga Serbu Gerai Penukaran Uang Baru
Antrean Panjang di Gerai Penukaran Uang Baru Ramadhan Fest Bogor

Ramadhan Fest Bogor: Antrean Panjang Warga Serbu Gerai Penukaran Uang Baru

Kota Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar Ramadhan Fest di Balai Kota Bogor, Jalan Juanda, Bogor Tengah. Acara tahunan ini menjadi magnet bagi warga, terutama karena adanya gerai penukaran uang baru yang diserbu pengunjung sejak pagi hari.

Antusiasme Warga di Tengah Berbagai Layanan

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menjelaskan bahwa Ramadhan Fest merupakan tradisi yang konsisten dilaksanakan setiap tahun. "Alhamdulillah, ini tradisi yang pemerintah Kota Bogor lakukan setiap tahun. Meliputi memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk berjualan di sekitar Balai Kota. Termasuk juga ada pelayanan seperti Pajak, Imigrasi, SIM, PBB, dan BPJS Ketenagakerjaan serta Kesehatan," ujarnya pada Kamis (12/3/2026).

Total ada 63 gerai atau tenant yang berpartisipasi, terdiri dari layanan publik dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Semua tenant telah melalui proses kurasi oleh panitia untuk memastikan kualitas dan relevansi.

Gerai Penukaran Uang Jadi Primadona

Dedie menekankan bahwa tenant penukaran uang menjadi yang paling diminati. "Orang antre dari jam 2 pagi, saya minta BJB untuk melaksanakan pelayanan kasihan masyarakat dari pagi antre. Karena kebutuhan, ya. Karena ini banyak, tentu harus dilayani," imbuhnya. Antrean panjang terlihat di lokasi acara yang digelar di halaman perpustakaan Kota Bogor, Jalan Kapten Muslihat.

Warga memadati berbagai tenant, mulai dari perpanjangan SIM, pengurusan dokumen di gerai Imigrasi, hingga penjualan pakaian. Namun, kerumunan terbesar terjadi di gerai penukaran uang, di mana warga berdesakan untuk mendapatkan uang baru menjelang Lebaran.

Pengalaman Warga yang Rela Antre Sejak Dini Hari

Eka (23), warga Bogor Selatan, mengaku datang ke Balai Kota sejak pukul 05.30 WIB untuk menghindari antrean. "Ke sini karena ada penukaran uang, mau nuker uang, tapi antreannya rame banget. Kita kan coba-coba lewat online, ya, tapi nggak dapet. Makanya ke sini aja, ternyata kaya gini juga kondisinya," ceritanya.

Ia menambahkan, "Ini baru kali ini ikut antre gini di balai kota. Saya dari jam 05.00 WIB keluar dari rumah, habis subuh, ternyata pas sampe sini sudah ramai orang. Tadi aja dapet nomor antrean ke 160, tapi bingungnya kok orangnya pada nggak ada pas dipanggilinnya."

Rosita, warga Cimahpar, Bogor Utara, juga mengalami hal serupa. Ia rela keluar rumah sejak pukul 05.00 WIB dan antre selama 30 menit. "Jadi sengaja ke sini lebih awal, karena takutnya kan rame ya. Tadi pagi sih masih sepi, pas kita ke bagian pendaftarannya ternyata udah banyak yang nge-list duluan, kata saya kapan nge-list-nya, padahal belum buka, belum ramai orang. Jadi ini rame banget yang antrenya," ujarnya.

Rosita mengungkapkan, "Ini baru pertama kali saya ikut antre di sini, kalau dulu kan titip aja ke siapa gitu. Tapi alhamdulillah ini sudah dapet, tadi antrenya ada sekitar setengah jam-an. Ini uangnya bagi-bagi ke keponakan sana saudara pas lebaran."

Dampak Positif bagi UMKM dan Layanan Publik

Ramadhan Fest tidak hanya menjadi ajang penukaran uang, tetapi juga mendukung perekonomian lokal dengan melibatkan pelaku UMKM. Acara ini memberikan akses mudah bagi warga untuk mengurus berbagai dokumen penting, sekaligus menyemarakkan suasana Ramadhan di Kota Bogor.

Dengan antusiasme tinggi dari masyarakat, Pemkot Bogor berharap kegiatan ini dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang, memenuhi kebutuhan warga sekaligus memperkuat ikatan sosial selama bulan suci.