Ancol Siapkan Perluasan Lahan 65 Hektare untuk Transformasi Wisata Terintegrasi
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk berkomitmen untuk melakukan transformasi menyeluruh guna menjawab perubahan perilaku pengunjung yang semakin mengutamakan pengalaman. Direktur Utama Syahmudrian Lubis menyatakan, pihaknya akan memodernisasi dan mempercantik kawasan Ancol agar tetap relevan di masa depan, sesuai dengan arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Strategi Transformasi Menuju Ekosistem Berbasis Pengalaman
Syahmudrian menjelaskan bahwa Ancol akan bertransformasi menjadi integrated experience-driven ecosystem, di mana pengunjung dapat menikmati perjalanan pengalaman secara end-to-end di dalam kawasan. Perubahan ini sejalan dengan permintaan Gubernur Pramono Anung agar Ancol terus berbenah dan tetap menjadi destinasi wisata unggulan hingga puluhan tahun ke depan. Dia menekankan bahwa tugas ini tidak mudah, mengingat perilaku pengunjung telah berubah secara fundamental, dengan masyarakat kini mencari koneksi, pengalaman, dan nilai bersama keluarga, bukan sekadar rekreasi biasa.
Untuk mendukung transformasi tersebut, Ancol telah menyiapkan empat strategi utama:
- Menggeser fokus dari jumlah kunjungan menjadi penciptaan nilai bagi pengunjung.
- Mengoptimalkan aset dan ekosistem kawasan seluas 533 hektar yang masih memiliki potensi besar.
- Memperkuat pengambilan keputusan berbasis data untuk merancang event dan program berdasarkan tren pengunjung.
- Membuka peluang kerja sama strategis dengan mitra lokal dan global untuk meningkatkan daya saing internasional.
Selain itu, perusahaan memperkuat fondasi internal melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan budaya kerja berbasis pelayanan, dan disiplin dalam eksekusi rencana. Dengan strategi ini, Ancol bertujuan untuk tetap relevan tidak hanya hari ini, tetapi juga menjadi destinasi unggulan dalam 50 hingga 100 tahun ke depan.
Pengembangan Fisik dan Infrastruktur Baru
Dalam pengembangan fisik, Ancol tengah menyiapkan perluasan lahan seluas 65 hektare di kawasan utara. Perluasan ini akan mencakup pembangunan infrastruktur baru dan integrasi dengan depo MRT untuk mempermudah akses pengunjung. Syahmudrian berharap masyarakat Jakarta dapat menggunakan MRT secara langsung saat berkunjung ke Ancol.
Proyek pengembangan lainnya meliputi pembangunan masjid terapung untuk wisata religius, sirkuit, serta fasilitas gaya hidup seperti olahraga padel dan area kebugaran di tepi pantai. Di sisi atraksi, Ancol akan mengembangkan konsep hiburan malam, termasuk rencana menghadirkan beach club dan event tematik seperti Disco 80-an. Ke depan, Ancol diharapkan menjadi pusat hiburan siang dan malam yang komprehensif.
Menjangkau Generasi Muda dan Proyeksi Kinerja
Syahmudrian menambahkan bahwa pihaknya sedang menjajaki pembukaan operasional Ancol selama 24 jam untuk menjangkau segmen generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha, yang memiliki pola aktivitas berbeda. Dengan menyediakan layanan ini, diharapkan generasi muda dapat menikmati Ancol dan segala isinya secara lebih fleksibel.
Dari sisi kinerja, Ancol mencatat pendapatan sekitar Rp 1,2 triliun pada 2025 dengan laba sekitar Rp 100 miliar. Meski sempat mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, manajemen optimistis transformasi yang dilakukan akan mendorong peningkatan kinerja hingga Rp 1,4 triliun pada periode berikutnya. Syahmudrian menegaskan bahwa meski bukan pekerjaan mudah, komitmen untuk memastikan Ancol tetap relevan hingga 50 tahun ke depan tetap kuat.



