Kebakaran Besar di Kilang Minyak Australia Sempat Tak Terkendali, Warga Diimbau Tetap di Dalam Rumah
Sebuah kebakaran besar melanda salah satu dari dua kilang minyak yang masih beroperasi di Australia, menimbulkan kekhawatiran atas keamanan dan pasokan energi. Insiden ini terjadi pada Rabu (15/04) sekitar pukul 23.00 waktu setempat di kilang milik Viva Energy Group, yang berlokasi di dekat Geelong, negara bagian Victoria.
Fire Rescue Victoria menyatakan pihaknya merespons laporan adanya ledakan dan kobaran api di kilang yang berada di kawasan industri Corio. Api belum sepenuhnya dapat dikendalikan pada awal kejadian, meski kemudian terbatas di area fasilitas, menurut pernyataan petugas pemadam kebakaran pada Kamis (16/04) pagi waktu setempat.
Dampak dan Langkah Keselamatan
Pihak berwenang mengungkapkan bahwa kebakaran melibatkan bahan bakar cair dan gas di unit produksi bensin di kilang tersebut. Sebagai tindakan pencegahan, warga di Geelong dan sekitarnya diminta untuk tetap berada di dalam rumah, menutup jendela dan pintu, serta mematikan sistem pendingin maupun pemanas.
Kota pelabuhan Geelong, yang berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Melbourne, dihuni oleh sekitar 300.000 orang. Petugas pemadam kebakaran Victoria memastikan bahwa seluruh pekerja kilang telah terdata dan tidak ada laporan korban luka. Ronnie Hayden, seorang warga, mengatakan kepada penyiar nasional Australia ABC bahwa sekitar 100 pekerja berada di lokasi saat kejadian, dan semuanya berhasil menyelamatkan diri tanpa cedera.
Otoritas pemadam kebakaran kemudian menurunkan tingkat peringatan pada Kamis pagi, dengan menyatakan bahwa kebakaran masih ditangani, tetapi tidak ada ancaman bagi masyarakat. Wali Kota Geelong, Stretch Kontelj, menegaskan kepada ABC Radio Melbourne bahwa kebakaran ini merupakan kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya dan diperkirakan masih akan berlangsung selama beberapa jam ke depan.
Implikasi bagi Pasokan Energi Australia
Kilang milik Viva Energy di Geelong merupakan satu dari hanya dua kilang minyak yang masih beroperasi di Australia, menyoroti kerentanan ketahanan energi negara tersebut. Sebagian besar unit di kilang tersebut masih berjalan, namun dengan kapasitas minimum demi menjaga keselamatan, seperti dijelaskan oleh CEO Viva Energy, Scott Wyatt, kepada wartawan pada Kamis pagi.
"Kami hanya akan kembali meningkatkan produksi setelah yakin itu bisa dilakukan dengan aman," ujarnya. Kilang Corio ini memasok lebih dari 50% kebutuhan bahan bakar di negara bagian Victoria dan sekitar 10% kebutuhan nasional, menurut situs resminya. Fasilitas ini mampu mengolah hingga 120.000 barel minyak per hari.
Australia tengah menghadapi kekhawatiran terkait ketahanan energi, terutama sejak konflik Iran yang hampir menutup Selat Hormuz. Negara tersebut mengimpor sekitar 90% kebutuhan bahan bakar olahannya, menjadikan insiden ini sebagai perhatian serius. Menteri Energi Australia, Chris Bowen, mengatakan kepada Nine News bahwa kebakaran ini terutama berdampak pada produksi bensin.
"Saat ini, produksi bahan bakar pesawat dan diesel masih berjalan di kilang, namun pada tingkat yang lebih rendah demi alasan keselamatan sebagai langkah pencegahan," ujarnya pada Kamis pagi waktu setempat. Ia menambahkan bahwa insiden ini tampaknya merupakan kecelakaan, dan penyelidikan akan dilakukan untuk mengetahui penyebabnya secara mendetail.



