325 Personel Kebersihan Mataram Siaga Tangani Sampah Pasca Ogoh-Ogoh dan Takbiran 2026
Sebanyak 325 personel kebersihan telah disiagakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota (DLHK) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menangani tumpukan sampah setelah rangkaian kegiatan pawai ogoh-ogoh dan malam takbiran 1 Syawal 1447 Hijriah atau tahun 2026. Pengerahan massal ini merupakan langkah antisipasi menjaga kebersihan kota selama dua perayaan keagamaan besar yang berlangsung berurutan dalam waktu singkat.
Pengerahan Ekstra dan Sistem Lembur
Kepala DLH Kota Mataram, H Nizar Denny Cahyadi, mengonfirmasi bahwa seluruh personel akan bekerja ekstra selama dua malam dengan memberlakukan sistem lembur. "Sebanyak 325 petugas kebersihan kami kerahkan untuk menangani potensi tumpukan sampah pasca-pawai ogoh-ogoh dan malam takbiran," ujar Nizar pada Selasa, 10 Maret 2026, seperti dilansir dari Antara.
Penanganan ini menjadi lebih kompleks karena kedua acara besar tersebut hanya berselang satu hari dan dilaksanakan serentak di setiap kecamatan di Kota Mataram. "Apalagi untuk pawai takbiran digelar pada setiap kecamatan, jadi petugas harus kami sebar terpisah di enam kecamatan berbeda," tambah Nizar.
Strategi Penanganan dan Peralatan Pendukung
Para petugas kebersihan bertugas langsung membersihkan sepanjang jalan yang menjadi rute kegiatan, sehingga ketika peserta mencapai garis finish, sampah sudah tidak terlihat lagi. Selain itu, DLH juga melibatkan masing-masing peserta pawai agar aktif mengambil sampah di sekitar jalan rute.
Untuk mendukung operasi ini, petugas dilengkapi dengan peralatan pendukung yang memadai:
- Gerobak sampah untuk pengumpulan cepat
- Sapu jalan untuk membersihkan area umum
- Kendaraan pengangkut sampah untuk transportasi efisien
Dengan dukungan peralatan tersebut, proses penanganan sampah diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Prediksi Peningkatan Volume Sampah yang Signifikan
Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, DLH memprediksi volume sampah pada kegiatan tahun ini akan mengalami peningkatan yang cukup besar:
- Pada tahun 2025, sampah yang dihasilkan saat pawai takbiran sekitar 3 hingga 4 ton
- Tahun 2026, pawai ogoh-ogoh diperkirakan menghasilkan 6 hingga 7 ton sampah
- Malam takbiran diprediksi menghasilkan volume sedikit lebih tinggi, yakni sekitar 8 hingga 9 ton
"Penanganan sampah usai acara akan kami optimalkan untuk menjaga Kota Mataram tetap bersih," tegas Nizar. Sebagai bentuk partisipasi, DLH juga akan membagikan kantong plastik sampah kepada panitia acara baik pawai ogoh-ogoh maupun takbiran untuk memudahkan pengumpulan sampah selama kegiatan berlangsung.
Imbauan Edukasi dan Kolaborasi Masyarakat
Nizar menekankan bahwa keberhasilan menciptakan lingkungan bersih pasca kegiatan tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi menyeluruh dari berbagai lapisan masyarakat. "Oleh karena itu, selain menugaskan para personel kebersihan, ia juga menekankan kepada para peserta pawai untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan," jelasnya.
Setiap banjar dan remaja masjid diimbau dapat mengedukasi peserta pawai agar tidak membuang sampah di sepanjang jalan yang dilintasi dan mengumpulkan sampah pada kantong plastik yang diberikan. "Harapannya, masyarakat atau peserta pawai dapat mengumpulkan sampah secara mandiri agar memudahkan penanganan," harap Nizar.
Upaya ini tidak hanya untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi simbol kepedulian bersama dalam menciptakan suasana perayaan yang tertib dan nyaman. "Dimulai dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, dapat menjadi kebiasaan baik sebagai langkah mewujudkan Kota Mataram yang bersih," pungkas Nizar.
