Kemenpar Kembangkan 15 Provinsi sebagai Destinasi Wisata Ramah Muslim
15 Provinsi Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Ramah Muslim

Langkah Strategis Kemenpar Kembangkan 15 Provinsi

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan pengembangan 15 provinsi sebagai destinasi wisata ramah Muslim guna memperkuat daya tarik Indonesia di pasar wisata halal. Langkah ini diumumkan oleh Menteri Pariwisata, Widiyanti, dalam pernyataan resmi yang dikutip dari laman Antara pada Kamis (2/6/2026).

Widiyanti menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong diversifikasi produk wisata ramah Muslim untuk menjawab kebutuhan dan preferensi wisatawan Muslim dari berbagai negara. "Produk wisata ramah Muslim Indonesia juga terus didiversifikasi, mulai dari wisata religi, kuliner halal, hingga wellness berbasis nilai spiritual," kata Widiyanti.

Dasar Pengembangan Berdasarkan IMTI

Potensi pada 15 provinsi ini dikembangkan berdasarkan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI), yang disusun dengan mengacu pada Global Muslim Travel Index (GMTI). IMTI menjadi acuan dalam mengukur kesiapan destinasi dalam menyediakan fasilitas dan layanan ramah Muslim, termasuk ketersediaan makanan halal, tempat ibadah, dan akomodasi yang sesuai syariah.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dengan pendekatan ini, Kemenpar berharap dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Muslim mancanegara sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata halal terkemuka di dunia. Pengembangan 15 provinsi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan infrastruktur, pelatihan sumber daya manusia, hingga promosi yang lebih terarah.

Dampak dan Target ke Depan

Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata, khususnya di provinsi-provinsi yang memiliki potensi besar dalam wisata halal. Widiyanti menambahkan bahwa diversifikasi produk wisata ramah Muslim akan terus diperluas agar sesuai dengan tren dan permintaan pasar global.

"Kami optimistis dengan pengembangan 15 provinsi ini, Indonesia dapat menarik lebih banyak wisatawan Muslim dari Timur Tengah, Asia Tenggara, dan kawasan lainnya," ujar Widiyanti. Pemerintah juga akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri pariwisata dan komunitas lokal, untuk memastikan keberhasilan program ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga