Tragedi Kebakaran Pabrik Suku Cadang Mobil di Korea Selatan Tewaskan 11 Orang
Sebuah insiden kebakaran dahsyat terjadi di sebuah pabrik suku cadang mobil di kota Daejeon, Korea Selatan, pada Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Peristiwa ini menewaskan setidaknya 11 orang dan melukai puluhan pekerja lainnya, menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat setempat.
Kronologi dan Hambatan Penyelamatan
Menurut laporan dari kantor berita Yonhap, sekitar 170 pekerja berada di dalam pabrik saat kebakaran terjadi. Awalnya, petugas pemadam kebakaran kesulitan memasuki lokasi karena risiko bangunan runtuh yang tinggi. Selain itu, upaya penyelamatan juga terhambat oleh adanya natrium yang disimpan di pabrik, bahan kimia yang dapat meledak jika tidak ditangani dengan benar.
Seorang saksi mata melaporkan mendengar ledakan sebelum api menyebar dengan cepat. Gambar yang dirilis Yonhap menunjukkan kolom asap hitam tebal memenuhi langit, sementara petugas pemadam berusaha memadamkan api dengan menyemprotkan air dari derek. Kebakaran baru berhasil dipadamkan pada Sabtu (21/3/2026) sore waktu setempat.
Data Korban dan Respons Pemerintah
Seorang pejabat dari departemen Kementerian Dalam Negeri Korea Selatan yang menangani kebakaran dan bencana mengonfirmasi kepada AFP bahwa 11 orang tewas, 25 orang luka parah, dan 34 orang terluka dengan kondisi tidak serius. Tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang dalam pencarian.
Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, langsung memerintahkan mobilisasi semua sumber daya yang tersedia, termasuk personel dan peralatan, untuk operasi penyelamatan. Dalam pernyataannya, Lee menyerukan perlindungan yang lebih baik bagi pekerja, mengingat statistik resmi menunjukkan lebih dari 10.000 kematian akibat kerja di negara itu dari tahun 2000 hingga 2024.
Latar Belakang dan Isu Keselamatan Kerja
Insiden ini menyoroti kembali masalah keselamatan kerja di Korea Selatan. Pada September 2025, CEO perusahaan pembuat baterai Aricell dihukum 15 tahun penjara atas kebakaran industri terburuk di negara itu pada 2024, yang menewaskan 22 orang di pabrik baterai lithium di Hwaseong. Pengadilan menyatakan perusahaan tersebut mengutamakan keuntungan di atas keselamatan pekerja.
Para pejabat belum mengumumkan penyebab pasti kebakaran di pabrik suku cadang mobil ini, namun investigasi sedang dilakukan untuk mengungkap akar permasalahannya. Tragedi ini mengingatkan pentingnya standar keamanan yang ketat di lingkungan industri untuk mencegah korban jiwa di masa depan.



