Zulhas: 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Bisa Serap 1,6 Juta Tenaga Kerja Langsung
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, menyampaikan optimisme besar terhadap program Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, program yang dicanangkan pemerintah ini memiliki potensi luar biasa dalam penyerapan tenaga kerja langsung di seluruh pelosok negeri.
Target Ambisius 80.000 Koperasi Hingga 2029
Zulhas mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan target pembentukan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih hingga tahun 2029. Angka ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari strategi konkret untuk menggerakkan ekonomi rakyat di tingkat desa.
"Rata-rata satu koperasi desa Merah Putih akan menyerap tenaga kerja langsung sekitar 20 orang. Jadi kalau 80.000 koperasi terbangun, dia akan menyerap tenaga kerja langsung kira-kira 1,6 juta," jelas Zulkifli Hasan dalam siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah RI.
Dampak Lebih Luas dari Ekosistem Koperasi
Yang perlu dicatat, angka 1,6 juta tenaga kerja langsung tersebut belum termasuk tenaga kerja tidak langsung yang akan terlibat dalam ekosistem koperasi. Zulhas menegaskan bahwa berbagai mitra usaha akan ikut terdorong pertumbuhannya, mencakup:
- Peternak dan penggemukan ayam
- Pembudidaya sistem bioflok
- Petani sayur dan buah-buahan
- Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
Transformasi Rantai Pasok dan Pertumbuhan Ekonomi
Selain aspek penyerapan tenaga kerja, Koperasi Desa Merah Putih diyakini mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa. Zulhas memberikan contoh nyata dari implementasi di wilayah Bantul, yang berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi desa mencapai 11-12 persen.
"Selama ini rantai pasok dari produsen ke distributor, agen, sampai pengecer terlalu panjang. Akibatnya, petani pendapatannya kecil, tapi harga di konsumen tinggi," papar Zulhas mengenai kondisi yang selama ini terjadi.
Melalui Kopdes Merah Putih, distribusi akan dipangkas secara signifikan. Hasil produksi dapat langsung ditampung oleh koperasi di desa, kemudian disalurkan ke konsumen atau pasar yang lebih luas. Sistem ini diharapkan menciptakan harga yang lebih adil bagi produsen sekaligus lebih terjangkau bagi masyarakat konsumen.
Visi Pusat Ekonomi Baru di Setiap Desa
Pemerintah memiliki visi yang jelas bahwa setiap desa harus memiliki pusat-pusat ekonomi baru melalui koperasi ini. Zulhas menggambarkan optimisme ini dengan metafora yang kuat:
"Indonesia tidak mungkin terang hanya satu obor di Monas. Indonesia akan terang kalau setiap lilin di desa menyala terang. Itulah Kopdes, gerakan ekonomi rakyat yang diharapkan tumbuh di setiap desa," tutur Zulhas dengan penuh keyakinan.
Program Koperasi Desa Merah Putih tidak sekadar tentang angka-angka statistik penyerapan tenaga kerja. Lebih dari itu, ini merupakan gerakan ekonomi rakyat yang bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi desa, memotong rantai distribusi yang tidak efisien, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan secara menyeluruh.
Dengan target 80.000 koperasi yang masing-masing mampu menyerap minimal 20 tenaga kerja langsung, program ini berpotensi menjadi salah satu solusi strategis dalam mengatasi tantangan ketenagakerjaan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.



