Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri peringatan Hari Buruh atau May Day pada 1 Mei mendatang. Menjelang acara tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengadakan pertemuan langsung dengan sejumlah pimpinan organisasi buruh.
Pertemuan di Posko Monas
Momen pertemuan tersebut diunggah melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet pada Kamis, 30 April 2026. Dalam foto yang dibagikan, terlihat Kapolri dan Seskab duduk di dalam tenda posko bersama Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea dan Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban.
Seskab Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pertemuan berlangsung pada pukul 21.00 WIB, sepulang dari Bogor. Ia menyebutkan bahwa undangan dari Kapolri untuk bertemu dan berdiskusi dengan perwakilan federasi buruh yang telah tiba di Jakarta merupakan kesempatan yang baik.
Diskusi Aspirasi Buruh
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai aspirasi penting dari kelompok buruh. Teddy menambahkan bahwa dialog berlangsung hangat di posko terpadu kawasan Silang Monas, Jakarta. Diskusi mencakup berbagai aspirasi dari rekan-rekan buruh, terutama menjelang perayaan Hari Buruh esok, 1 Mei.
Kehadiran Presiden di Monas
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri puncak peringatan Hari Buruh atau May Day di Monumen Nasional (Monas) pada besok hari. Hal ini merupakan bentuk komitmen dukungan pemerintah terhadap buruh. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, dalam keterangan resmi pada Rabu, 29 April, menyatakan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto diagendakan hadir pada puncak peringatan Hari Buruh Nasional 2026 yang akan diselenggarakan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Simbol Kebersamaan Pemerintah dan Buruh
Qodari menyebutkan bahwa kehadiran presiden menjadi simbol bahwa pemerintah tidak mengambil posisi berseberangan dengan buruh. Sebaliknya, pemerintah ingin berdiri bersama para pekerja dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan. Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin menegaskan satu hal, yaitu posisi pemerintah bukan berhadapan dengan buruh, melainkan berdiri bersama buruh.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa sebanyak 24.980 personel gabungan disiagakan di Monas dan DPR dalam rangka apel jelang Hari Buruh. Polda Metro Jaya juga menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kehadiran sekitar 200 ribu buruh yang diprediksi akan memadati Monas besok.



